Berangkat Umroh Dari Bandara Banyuwangi, Ini Sejumlah Kelebihannya

Kelebihan berangkat Umroh dari Bandara Banyuwangi
Pelepasan jemaah Umroh dari Bandara Banyuwangi.


Masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya yang akan pergi Umroh patut bersyukur. Pasal, kini Bandara Banyuwangi bisa melayani penerbangan untuk jemaah Umroh.

Pelepasan perdana para jemaah umroh asal Banyuwangi dan sekitarnya yang berangkat dari Bandara Banyuwangi dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pelepasan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif travel umroh yang menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai tempat pemberangkatan.

"Jika biasanya harus ke Surabaya dulu, sekarang sudah tidak perlu jauh-jauh. Bisa berangkat dari daerahnya sendiri. Terima kasih kepada jemaah dan travel umroh yang telah menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai tempat pemberangkatan," ungkap Ipuk seperti dilansir Timesindonesia.co.id.

Bahkan berangkat umroh dari Bandara Banyuwangi memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan melalui Surabaya.

Pertama, secara jarak tempuh dan waktu, berangkat melalui Bandara Banyuwangi lebih menguntungkan.

Sejumlah agen travel umroh yang memberangkatkan jemaahnya yang berasal dari bekas Karesidenan Besuki sengaja memilih Bandara Banyuwangi karena dinilai lebih efektif dibandingkan harus berangkat lewat Surabaya.

"Berangkat dari sini lebih efektif. Karena jarak tempuhnya yang dekat, sehingga para jemaah dapat waktu istirahat yang lebih lama. Jika harus ke Surabaya dulu, kan perlu waktu lima sampai enam jam baru sampai," terang Kepala Cabang Travel Berkah Zamzam Wisata Puji Astuti yang memimpin pemberangkatan perdana tersebut.

Para jemaah, kata Puji, merasa lebih senang saat ditawari berangkat dari Banyuwangi. Mereka merasa lebih dekat dengan keluarga besarnya. "Semoga pemberangkatan-pemberangkatan selanjutnya, bisa terus lewat sini," harapnya.

Selain itu, arsitektur Bandara Banyuwangi memang dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh para jemaah umroh dan haji.

Bandara Banyuwangi.


Hal tersebut terlihat dari rancangan lantai dua berupa ruang anjungan terbuka yang mengarah ke landasan. Sehingga keluarga yang turut mengantar ke bandara masih dapat menyaksikan proses naiknya jemaah ke pesawat hingga lepas landas sambil melambai-lambaikan tangan sebagai salam perpisahan.

"Kultur masyarakat Indonesia itu kalau mengantar umroh atau haji ramai-ramai. Tapi, karena berangkatnya dari bandara yang desainnya tertutup, jadi mereka tidak bisa menyaksikan kerabatnya masuk ke pintu pesawat. Kalau di Banyuwangi beda. Di sini arsitektur bandaranya dirancang agar bisa mengakomodasi budaya ini. Keluarga jemaah bisa mengantar, ada lantai 2 yang bisa digunakan," terang Ipuk.

Hal tersebut diamini oleh Yanti. Warga yang berasal dari Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi datang bersama puluhan keluarga besarnya. Mengantarkan kedua orangtuanya yang umroh.

"Alhamdulillah berangkatnya dari Banyuwangi. Jadi bisa ngantar ramai-ramai. Kalau di Surabaya kejauhan. Jadi tidak bisa mengantar," ungkapnya saat ditemui di lantai dua bandara tersebut.

Dari Bandara Banyuwangi, jemaah umroh menuju Jakarta untuk selanjutnya terbang ke Tanah Suci. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Adbox

@templatesyard