Libur Akhir Tahun 2020 Di Banyuwangi Wisatawan Diperkirakan Meluber


Sendang Seruni, salah satu destinasi wisata di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

 

Suasana liburan akhir tahun 2020 di Banyuwangi diprediksi ramai dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah. Hal ini didasarkan dua faktor. Yaitu tingginya tingkat hunian hotel di Banyuwangi, baik untuk hotel bintang maupun hotel melati dan homestay.

Selain itu, sebagai imbas adanya persyaratan masuk ke Bali yang diperketat oleh pemerintah Bali melalui surat edaran Gubernur, diperkirakan jumlah wisatawan asal Banyuwangi dan daerah lain di Indonesia yang masuk ke Bali mengalami penurunan.

Bahkan pihak PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Ketapang, Banyuwangi, memperkirakan jumlah penumpang kapal yang hendak menyeberang ke Pulau Bali pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 turun hingga 70 persen, seperti dilansir dari situs Kbr.id, Jumat, (18/12/2020).

Situasi tersebut memungkin para wisatawan untuk memilih Banyuwangi sebagai tempat berlibur yang nyaman, termasuk wisatawan lokal.

Namun, untuk mencegah potensi penularan Covid-19 Pemerintah Daerah Banyuwangi, melarang perayaan malam tahun baru di tempat berpotensi menimbulkan kerumunan. Apalagi mengingat beberapa hari terakhir Banyuwangi berstatus zona merah.

"Maka kami harus kembali berupaya lebih keras untuk menekan jumlah kasus COVID-19 di daerah. Perlu ada langkah bersama untuk mengantisipasi terjadinya penambahan pasien positif dan munculnya klaster baru akibat momen liburan akhir tahun," kata Bupati Azwar Anas pada Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kesiapan Operasi Lilin Semeru 2020 di Mapolresta Banyuwangi, Kamis, 17 Desember 2020.

Untuk mengantisipasinya, kata Azwar Anas, salah satunya meminta Satgas Penanganan COVID-19 Banyuwangi merumuskan bersama aturan tegas soal larangan adanya kerumunan pada kegiatan apapun.

"Nanti bisa dirumuskan lebih detail larangan kerumunan massa di momen libur Natal dan tahun baru. Aturan melarang kerumunan tersebut nantinya tidak hanya berlaku di momen libur Natal dan tahun baru, tapi juga diharapkan terus berlanjut selama masih dalam masa pandemi," ujar Anas seperti diberitakan situs Liputan6 dalam tulisan berjudul “Pemkab Banyuwangi Larang Kegiatan Kerumunan Saat Tahun Baru 2021”.

Rakor Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kesiapan Operasi Lilin Semeru 2020 juga dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Dandim 0825 Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Danlanal Letkol Laut (P) Joko Setiyono, Ketua MUI Moh. Yamin, Bamag, dan perwakilan sejumlah lembaga serta ormas.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mendukung pelarangan kerumunan pada momen akhir tahun yang disampaikan Bupati Azwar Anas, mengingat Banyuwangi baru saja berstatus zona merah atau risiko tinggi penyebaran COVID-19 dengan jumlah kasus baru mengalami peningkatan.

 

Menunjukkan Hasil Tes Usap

 

Kapolresta Arman juga mengusulkan agar setiap tamu yang datang ke hotel, restoran atau kafe di Banyuwangi bisa menunjukkan hasil tes usap (swab test) atau rapid test antigen untuk memastikan terhindar dari COVID-19.

"Negara terus melakukan upaya antisipatif untuk mencegah meningkatnya kasus COVID-19, tentunya daerah harus mendukung upaya ini dan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pada intinya kita semua harus berkolaborasi untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19," kata Kapolresta.

Sementara itu, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko Purwanto meminta operasi yustisi penegakan protokol kesehatan kembali digalakkan dengan lebih masif, mulai tingkat kabupaten hingga desa.

Dandim juga meminta sanksi yang diberikan bisa lebih tegas sehingga menimbulkan efek jera bagi warga agar tidak melanggar protokol kesehatan.

"Contohnya, seperti sanksi yang diberikan kalau pengendara motor tidak memakai helm. Dulu masyarakat juga susah disuruh tertib pakai helm, tetapi karena sanksinya tegas, sekarang semua sudah tertib. Ini bisa juga dilakukan agar warga mematuhi prokes," ucapnya.

 

Hunian Hotel Di Banyuwangi Tinggi

 

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tingkat hunian hotel di Kabupaten Banyuwangi tinggi. Bahkan, tak hanya hotel berbintang, namun juga hotel melati. Demikian ditulis Kompas dalam tajuk “Hotel di Banyuwangi yang Langgar Protokol Kesehatan Saat Libur Natal dan Tahun Baru Terancam Ditutup”.

Untuk itu, Dinas Pariwisata meminta pelaku hotel disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan sanksi penutupan bagi yang melanggar.

“Kalau ada hotel yang melanggar protokol pencegahan Covid-19, sanksinya penutupan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuarto Bramuda pada Kompas.com, via telepon, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, jumlah hotel di Banyuwangi sebanyak 78 hotel. Dua belas diantaranya berbintang, sedangkan lainnya kelas melati.

“Kalau untuk hotel bintang okupansi tinggi, ketika full, wisatawan geser ke melati atau homestay,” ucap dia.

Dia mengatakan, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi tak hanya berlibur. Namun, juga sejumlah kegiatan seperti rapat, konferensi dan lainnya. Mereka datang dari luar kota, seperti dari luar Pulau Jawa. Hal itu terlihat dari plat nomor kendaraan yang masuk ke Banyuwangi.

Untuk mencegah Covid-19 pihak Dispar Banyuwangi memperketat penerapan protokol kesehatan. 

“Itu tantangan kami, ekonomi harus tetap jalan, tetapi penegakan protokol kesehatan kami tingkatkan," papar Bram.

Salah satu upaya yang dilakukan pihak hotel adalah memanfaatkan dana hibah untuk belanja alat pencegahan Covid-19. Seperti membeli thermogan, alat cuci tangan dan lainnya.

“Alat thermogan yang dibeli yang otomatis, tak lagi dilakukan manual,” ujar pria yang akrab disapa Bram itu. Wisatawan yang datang cukup cek suhu tubuh secara otomatis, tak lagi menggunakan tenaga manusia. Bila suhu tinggi, maka alat tersebut akan berbunyi.

“Kami targetkan sebelum Natal sudah diterapkan di semua hotel,” ucap dia.

Selain itu, pihak petugas hotel juga sudah diberi pelatihan terkait penanganan Covid-19. Seperti tindakan dini bila ada pengunjung yang mengalami gejala Covid-19.

Dispar juga bersama Polres Banyuwangi gencar melakukan operasi dan penindakan. Aturannya, pelanggar protokol kesehatan perorangan didenda Rp 5.000.000, perusahaan Rp 25.000.000.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat yang hendak berlibur ke Banyuwangi agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti memakai makser, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Nah, agar nyaman dan aman selama berlibur akhir tahun 2020 di Banyuwangi, wisatawan tetap harus menjaga protokol kesehatan serta menghindari kerumunan di tempat publik.



Demikianlah info Libur Akhir Tahun 2020 Di Banyuwangi Wisatawan Diperkirakan Meluber

Terima kasih telah berkunjung ke Info Banyuwangi, semoga bermanfaat bagi Anda.


loading...

0 Response to "Libur Akhir Tahun 2020 Di Banyuwangi Wisatawan Diperkirakan Meluber"

loading...