2 Pekan Jelang Akhir 2020 Jumlah Janda Baru Di Banyuwangi Dipastikan Tidak Akan Bertambah


Pengadilan Negeri Banyuwangi (via Detik.com)

Banyu-wangi.com – Dalam dua pekan hingga akhir tahun 2020, dipastikan tidak ada janda-janda baru di Banyuwangi. Sebab, per tanggal 15 - 28 Desember 2020, seluruh pelayanan di kantor Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi ditutup. Termasuk jadwal sidang perceraian.

Penutupan kantor PA Banyuwangi terpaksa dilakukan akibat penyebaran COVID-19 di lingkungan lembaga naungan kementerian agama (Kemenag). Ini menyebabkan klaster perkantoran baru. Tentu saja membuat masyarakat yang mengajukan perceraian atau menginginkan pelayanan di PA mengeluh.

"Saya mengajukan perceraian, harusnya sidang hari ini. Tapi karena ditutup akhirnya tidak ditunda," ujar Yuni, warga Kabat kepada detikcom, Jumat (18/12/2020).

Hal yang sama diungkapkan Sony, pengajuan cerainya terpaksa harus mundur karena penutupan pelayanan ini. Meski begitu, dirinya memahami penutupan tersebut.

"Ya bagaimana lagi. Daripada menyebar luas, mending ditunda dulu," tambahnya.

Sementara Kepala PA Banyuwangi, Ahmad Bisri membenarkan penutupan PA diperpanjang hingga 28 Desember mendatang.

"Dikarenakan sempat ada anggota kita yang terpapar COVID-19, sesuai dengan petunjuk Pengadilan Tinggi Agama Surabaya untuk menambah masa lockdown selama dua minggu ke depan. Sampai dengan tanggal 28 Desember 2020," tegas Akhmad Bisri.

Sebelumnya kantor PA Banyuwangi ditutup selama 2 hari karena ada salah satu hakim yang meninggal akibat COVID-19. Namun setelah dilakukan tracing Satgas COVID-19 Banyuwangi, terdapat 4 pegawai PA terkonfirmasi positif COVID-19.

"Ada tiga hakim dan seorang staf PA yang dinyatakan positif COVID-19. Ditambah dengan satu hakim yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona," sebutnya.

Bisri mengaku, pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan penutupan pelayanan di kantor PA Banyuwangi kepada para pihak yang akan melakukan persidangan.

"Dalam penundaan persidangan akan kami beritahukan kepada semua pihak yang berperkara melalui pesan SMS bagi pihak yang sudah mengirimkan nomor teleponnya ke pelayanan publik PA. Untuk yang tidak kirim nomor telepon, kita akan kirimkan surat," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuwangi, dr Widji Lestariono menyebutkan, klaster PA Banyuwangi ini menambah daftar klaster perkantoran baru di Bumi Blambangan dalam dua pekan terakhir.

Sebelumnya, kantor Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi juga harus ditutup lantaran 9 pegawainya terpapar COVID-19.

"Jangan kendor. COVID-19 belum berlalu. Ayo disiplin jalankan protokol kesehatan. Laksanakan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Ini paling efektif mencegah penularan COVID-19," tegas Jubir Satgas COVID-19, dr Rio. (Detik.com)



Demikianlah info 2 Pekan Jelang Akhir 2020 Jumlah Janda Baru Di Banyuwangi Dipastikan Tidak Akan Bertambah

Terima kasih telah berkunjung ke Info Banyuwangi, semoga bermanfaat bagi Anda.


loading...

0 Response to "2 Pekan Jelang Akhir 2020 Jumlah Janda Baru Di Banyuwangi Dipastikan Tidak Akan Bertambah"