Polisi Pastikan Isu Penculikan Anak Di Sekolah Banyuwangi Adalah Hoax


Masyarakat Banyuwangi sempat dibuat cemas dengan adanya isu penculikan anak.
Supaya tidak termakan kabar hoax, Polsek Songgon melalui Bhabinkamtibmas Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, memberikan arahan kepada siswa PAUD serta wali muridnya agar tidak terlalu cemas.

Penculikan anak di Banyuwangi Hoax.


Ibu dan anak diminta tetap menjalankan rutinitas sehari-hari dengan wajar. Kabar penculikan anak memang tengah gencar menghiasi media sosial. Tapi di wilayah Banyuwangi belum ada temuan kasus anak yang diculik dan mengamankan para pelaku terduga penculikan.

"Isu itu memang merebak, termasuk di wilayah Songgon juga sempat berhembus kabar seperti itu. Setelah kita dalami ternyata hoax. Jadi tak usah resah dan termakan isu yang belum jelas kebenarannya," pinta Aiptu. Tri Sabdono, Selasa (21/3/17).

Bhabinkamtibmas Desa Bedewang ini juga berujar jika di wilayah Sempu berkembang kabar serupa. Informasinya ada warga yang melapor ke polsek setempat. Namun dari cerita yang didalami aparat, kisahnya sedikit janggal. Dan aparat setempat meminta warga tidak membesar-besarkan kabar tentang penculikan anak.

"Waspada boleh, tapi tidak perlu berlebihan sehingga menyusahkan diri sendiri. Langkah paling penting adalah memberi pemahaman terhadap anak agar tidak mudah terbujuk dengan ajakan orang yang belum dikenal," pesannya.

Aiptu Tri Sabdono pun membocorkan teorinya. Bagi ibu-ibu yang memiliki anak di sekolah PAUD agar inten melakukan antar jemput. Lebih baik anaknya ditunggui selama mengikuti proses belajar.
"Umpama tidak bisa mengantar, tolong cari pengganti. Demi kebaikan bersama lebih baik saling menjaga diri," tukasnya lagi.

Pengelola PAUD juga harus pro aktif melakukan pengawasan terhadap anak didiknya. Masing-masing pengajar harus mengenali siswa serta wali muridnya. Sehingga ketika jam belajar usai para pembimbing bisa memastikan bahwa anak didiknya pulang dengan selamat bersama keluarganya.

"Jangan sampai guru PAUD tidak tahu siswanya pulang dengan siapa. Pastikan para siswa datang dan pergi dengan wali atau yang mewakili. Jangan dilepas sendirian sehingga apabila terjadi sesuatu tidak tahu," tegasnya.

Di Rogojampi bahkan berkembang kabar serupa melalui medsos. Kapolsek Rogojampi Kompol Toha Khoiri secara tegas menampik informasi yang beredar. Dia malah dengan tegas bila kabar itu adalah hoax. Warga juga diminta tidak gampang membagikan tautan mengenai isu penculikan yang informasinya belum akurat karena bisa dijerat dengan UU ITE. (Jatimtimes)

loading...

0 Response to "Polisi Pastikan Isu Penculikan Anak Di Sekolah Banyuwangi Adalah Hoax"