Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Kota Festival Terbaik di Indonesia


Menteri Pariwisata Arief Yahya menobatkan Kabupaten Banyuwangi sebagai kota festival terbaik atau the best festival city di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Arief saat peluncuran Banyuwangi Festival (B-Fest) di Jakarta, Jumat (3/2/2017).
Banyuwangi kota festival terbaik di Indonesia.
Menpar Arief Yahya saat launching B-Fest 2017 di kantor Kementerian Pariwisata (sumber : Kompas.com)
 "Untuk tahun 2017, Banyuwangi menggelar sebanyak 72 festival, dan ini luar biasa karena secara kuantitas dan kualitas selalu mengalami peningkatan tiap tahun. Jadi Banyuwangi layak dinobatkan sebagai the best festival city dan di nomor dua adalah Solo yang tahun ini menggelar 57 event selama setahun," jelasnya.

Arief mengatakan, dengan adanya Banyuwangi Festival, Kabupaten Banyuwangi mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dengan perputaran uang mencapai Rp 1,5 triliun selama setahun.

"Kita pakai hitungan kasar saja, jika kunjungan wisatawan asing yang mencapai 80.000 dan menghabiskan uang rata-rata 500 dollar AS per hari dan wisatawan nusantara yang jumlahnya sekitar 3,2 juta dan menghabiskan sekitar Rp 850.000 sampai Rp 1 juta per hari, maka ada perputaran uang sekitar Rp 1,5 triliun di Banyuwangi," jelas Arief.

Selain itu, Menpar juga mengatakan akan ikut mempromosikan festival yang akan digelar oleh Kabupaten Banyuwangi, terutama yang bertaraf internasional, seperti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen, Banyuwangi Ethno Carnival, dan pergelaran Gandrung Sewu.

Setelah diluncurkan di Banyuwangi Rabu (25/1/2017) lalu, Banyuwangi Festival 2017 juga digelar di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapto Pesona di Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Pada acara tersebut, ditampilkan tarian "Keter Gandrung", fashion show baju batik Banyuwangi karya desainer Irma Lumiga dan juga lagu daerah Banyuwangi.

Launching Banyuwangi Festival 2017 di Jakarta.
Peluncuran Banyuwangi Festival 2017 di Kementerian Pariwisata (sumber: Kompas.com)
Menurut Kemenpar Arief Yahya, salah satu strategi Kabupaten Banyuwangi adalah gencar mempromosikan Banyuwangi Festival melalu digital tourism untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Banyuwangi serta memaksimalkan potensi yang ada mulai seni tradisi, budaya, kekayaan alam dan kreativitas masyarakat.

"Saat ini adalah tahun pemerataan dan Kabupaten Banyuwangi sudah melakukannya, salah satunya adalah dengan mendirikan homestay yang dikelola oleh masyarakat. Laporannya saat ini sudah ada 200 lebih homestay yang ada di Banyuwangi yang pastinya ini menunjang pengembangan pariwisata di Banyuwangi," jelasnya.

Selain itu, dia juga berharap untuk mendukung konektivitas. Bandara Banyuwangi bisa menjadi bandara internasional sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa meningkat drastis.

"Jika sudah ada bandara internasional, maka Banyuwangi akan menjdi destinasi wisata utama. Natural dan culture sudah bagus, tapi lemah di akses, ya sama saja. Tapi saya dapat laporan bahwa penerbangan dari Jakarta bisa langsung ke Banyuwangi pada April tahun ini. Jadi intinya selesaikan aksesnya," jelas Menpar Arief.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, secara resmi ada 72 event yang tercantum di B-Fest 2017. Namun masih banyak event lain yang digelar secara mandiri oleh masyarakat.

Ia juga menambahkan, tantangan terbesarnya selama ini adalah perbaikan infrastruktur. Ia mencontohkan, akses jalan ke destinasi wisata Teluk Ijo yang terkendala karena masuk kawasan taman nasional. Ia juga menekankan, penyelengaraan B-Fest 2017 berbasis komunitas.

"Basis pengembangannya adalah komunitas yang dilibatkan pada event Banyuwangi Festival. Dan, saat ini ada sekitar 350 homestay yang sebagian juga dikelola oleh Bumdes. Jadi intinya adalah festival bukan hanya sekadar untuk pariwisata tapi juga alat konsolidasi bertemunya rakyat dan juga stakeholder," jelasnya.

Ia juga mengatakan, pada tahun ini akan ada 4 hotel baru dengan kapasitas di atas 100 kamar yang ada di Banyuwangi, dan salah satu syarat pendiriannya adalah menyediakan ruang rapat, sehingga bisa digunakan rapat dan pertemuan.

"Untuk mempromosikan Banyuwangi, yang menjadi humas bukan lagi hanya staf, tetapi juga masyarakat. Berkali-kali kami juga diprotes di media sosial tapi protes tersebut kami jadikan evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi," pungkasnya. (Kompas)

loading...

0 Response to "Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Kota Festival Terbaik di Indonesia"