SAKIB Banyuwangi Layak Raih Nilai A


Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten di Indonesia yang diusulkan untuk meraih SAKIB (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) dengan nilai A oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

SAKIB Banyuwangi layak raih nilai A


Ini karena kinerja program-program yang dijalankan Banyuwangi telah berorientasi pada hasil dan kemanfaatan. Setiap belanja daerah dalam APBD telah terukur jelas hasil kinerjanya.

"Belanja yang dikeluarkan pemerintah daerah di sini, bisa diukur outputnya. Skema-skema yang dipaparkan Pak Bupati tadi itu sangat jelas ukuran dan dampaknya untuk masyarakat," jelas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur, Minggu (20/11/2016).

Asman mengatakan, saat ini Kemenpan RB memiliki 59 role model kebijakan pelayanan publik yang akan diterapkan secara nasional. Banyuwangi masuk dalam 59 role model tersebut. Salah satunya adalah kebijakan e-village budgeting dan Sistem Informasi Keuangan Daerah milik Banyuwangi.

Diharapkan dari role model kebijakan pelayanan publik yang ada itu, akan menular ke daerah-daerah lainnya. "E-village Banyuwangi selalu saya dengungkan ketika berkunjung ke daerah," kata dia.

Asman menambahkan, sudah bukan saatnya lagi daerah melakukan studi banding. Menurutnya, daerah harusnya melakukan realisasi aksi untuk meningkatkan kinerja. Misalnya, kebijakan-kebijakan yang telah terbukti baik di-copy lalu ditiru.

"Dari dulu daerah-daerah itu kerjaanya hanya banding-bandingin saja. Itu bukan zamannya lagi. Langsung meniru saja, dampaknya juga sudah jelas" kata Abnur.

Dalam kesempatan itu, Asman juga membeberkan pihaknya sedang menyusun Peraturan Pemerintah yang salah satu isinya mengatur tentang tunjangan pegawai berbasis kinerja. PP ini, kata dia, penjabaran teknis dari UU Aparatur Sipil Negara.

"PP itu nantinya akan menentukan take home pay pegawai berbasis kinerjanya. Tunjangan kinerja setiap jabatan juga akan berbeda bergantung pada beban kerjanya. Ini nanti akan dilaksanakan di tingkat kementerian dan lembaga, lalu segera diaplikasikan ke daerah," jelas Asman.

Sementara itu, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB M Yusuf Ateh menjelaskan bahwa pada tahun ini ada dua kabupaten se-Indonesia yang diusulkan ke Kemenpan RB untuk meraih poin A.

"Banyuwangi salah satu kabupaten yang diusulkan meraih SAKIP A," kata Ateh.

Penilaian SAKIP telah dimulai tahun ini. Namun untuk pengumumannya, direncanakan akan dilakukan pada Maret 2017 mendatang.

"Selama ini belum ada kabupaten yang meraih SAKIP A. Tahun lalu daerah yang meraih SAKIP A hanya dua provinsi dan satu pemerintah kota," katanya. Pada 2015, SAKIP Banyuwangi meraih nilai BB. Meski demikian, Banyuwangi merupakan yang terbaik di Jawa Timur. Menurut Ateh, secara kasat mata Banyuwangi sudah bagus, layak mendapat nilai A. (Beritajatim.com)

loading...

0 Response to "SAKIB Banyuwangi Layak Raih Nilai A"