Ngaku TKW Banyuwangi, Video Hot Sri Utami Mandi Telanjang Menjadi Viral Di Media Sosial


Belum reda kasus video telanjang Arien, TKW asal Banyuwangi yang disiarkan secara langsung di akun Facebooknya, kini kasus serupa kembali terulang. Seperti diberitakan situs Pojoksatu.id, video hot Sri Utami mandi telanjang beredar di media sosial Facebook. Video panas berdurasi 10 menit 47 detik itu ditayangkan secara live di akun Facebook Sri Utami Juminten pada Kamis (20/10/2016).
Video telanjang Sri Utama TKW Banyuwangi.
Akun pribadi Sri Utami (kiri) dan salah satu adegan videonya (sumber : Pojoksatu.id)
Hingga Jumat malam (21/10/2016), video hot tersebut sudah diputar 114 ribu kali dan 840 kali dibagikan. Video syur tersebut menjadi perbincangan heboh di media sosial Facebook. Selain beredar di Facebook, beberapa video tentang Sri Utami juga diunggah di Youtube oleh beberapa akun berbeda.

Di akun Facebooknya, Sri Utami mengaku sebagai tenaga kerja wanita (TKW) asal Banyuwangi Jawa Timur yang saat ini bekerja di Hongkong. Selain video vulgar, Sri Utami juga mengunggah beberapa foto bugil.

Dalam video hot yang diunggahnya pada Kamis dinihari, Sri Utami tampak sedang mandi. Dia hanya mengenakan bikini. Sri Utami bergoyang diiringi alunan musik, sambil menggosok badannya dengan sabun. Adegan yang diperagakan sangat tidak layak untuk konsumsi publik.

Facebook Sri Utami Juminten Sri Utami tak hanya sekali melakukan aksi vulgar di Facebook. Parahnya lagi dalam setiap video hot yang ia unggah, Sri Utami Juminten kerap menyisipkan kalimat tidak senonoh.

Perilaku tak senonoh Sri Utami dikecam pengguna media sosial Facebook, terutama di Banyuwangi. Bahkan, Ketua Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi, Topan Hadi Sucipto, ikut mengecamnya.

"saya mengecam keras pemilik akun ini. Karena tidak hanya tak pantas, ia telah mencoreng dan melecehkan nama Banyuwangi. Dia juga melanggar hukum," tegas Topan.

Parahnya, tidak hanya beradegan tidak pantas di video, dia juga melecehkan Banyuwangi lewat kalimat-kalimat provokatif dan para wartawan yang coba mengkonfirmasi alasannya mengunggah video hot dan foto-foto bugil di akun Facebooknya.

Lewat video yang ditayangkan secara langsung di akun Facebook Sri Utami Juminten, wanita yang mengaku TKW asal Banyuwangi tersebut menantang wartawan datang ke tempatnya bekerja di Hongkong.

"Eh wartawan goblok, datangin saya di Hongkong. Ngapain ke rumah saya. Rumah saya bukan tempat hiburan atau diskotik. Rumah saya tidak menerima bangsat-bangsat seperti kalian," ucap Sri Juminten dalam video yang diunggahnya, Kamis (20/10/2016).

Selain wartawan, Sri Utami juga melecehkan Banyuwangi dengan menyanyikan lagu daerah dalam keadaan telanjang. Aksi Sri Utami Juminten memicu kemarahan pengguna media sosial (medsos) di Banyuwangi. Namun, Sri Utami tak mau ambil pusing.

"Kalau lagu Banyuwangi tidak mau dioplos-oplos dengan dugem, jangan ciptain lagu Banyuwangi. Jangan ditaruh di Youtube. Jualan aja di masjid atau pesantren. Yang namanya lagu bro, siapa saja bisa menikmati," imbuh Sri Utami.

Sri Utami juga mempersilakan warga Banyuwangi berdemonstrasi. "Demo sana buat pasukan Banyuwangi. Koar-koar, heboh rame. Kalau Banyuwangi sering dilecehkan manusia, orang-orang, yang bego ini orang-orng atau yang ciptain lagu," tambah Sri Utami.
Menurut dia, yang namanya lagu, mau dinikmati dengan cara telanjang, dugem, atau dengan cara apa pun, terserah orang yang menyanyikannya.

"Yang namanya lagu, siapa pun boleh menikmati. Entah dinikmati dengan telanjang, dugem. Memangnya dunia ini punyanya orang Banyuwangi?," tandas Sri Utami.

KAMI Banyuwangi Menuntut

Buntut dari pencatutan nama dan diunggahnya foto dirinya oleh pemilik akun sosmed facebook @sri utami juminten, Ketua Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi berang.

Seperti dilansir dari situs Beritajatim.com, pihaknya mengecam keras atas tindakan yang diduga dilakukan oleh salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Hongkong itu.
"Saya atas nama pribadi merasa dilecehkan dengan ucapan status dan foto yang di share di akun miliknya. Saya akan cari pemilik akun ini sampai ketemu," jelas Ketua KAMI Banyuwangi, Topan Hadi Sucipto, Kamis (20/10/2016).

Karena, kata pria yang kerap disapa Krishna Adi ini, hal itu sebuah perbuatan yang kurang terpuji. Meskipun, ucapan atau kata-kata itu tidak terlontarkan secara langsung melalui mulut pelaku. Melainkan melalui akun pribadi sosial media miliknya.

"Anehnya saya itu tidak kenal dan tidak pernah berurusan dengan BMI Hongkong. Tapi kok di situ sudah jelas, dia mengatakan hal yang tak pantas tentang saya. Meski lewat Facebook tapi ini juga bentuk pelanggaran," katanya.

Bahkan dalam pernyataanya, ia tak segan membuka sayembara bagi siapa saja yang mampu menemukan alamat asli pemilik akun akan mendapat imbalan Rp 1 juta. Pihaknya menyebut, wanita dalam sosmed itu diduga berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.

"Saya masih kordinasi dengan teman-teman lain di sosmed untuk mencari alamat aslinya. Saya akan buat perhitungan dengan dia. Kalau dilihat dari logat dia juga orang Jawa, tapi kayaknya bukan dari Banyuwangi," ungkap Krishna yang juga salah satu Jurnalis Indosuara Taiwan ini.

Terkait pengakuan asal daerahnya dari Banyuwangi, memang masih jadi pertanyaan. Pasalnya ada yang mengatakan Sri Utami berasal dari Kediri, bukan Banyuwangi. Hal ini juga diakui yang bersangkutan.

Dalam status Facebook per 21 Oktober pukul 19.24, Sri Utami menyebutkan alamat rumahnya di Bragahan Ngadiluwih Kediri.

"Rumah ku dekat orng2 jualan bakso ada perapatan...ya kmu tanya aja di situ..klo gak ada yg kenal ya udah gak usah pusing2 cari rumah ku.dtangin aja aq ke hong kong...sebb aq di desa gak pernah keluar .pak lurah aja gak kenal ama aku.. ", tulisnya.

Namun hal ini tidak menyurutkan niat Krishna untuk menuntut Sri Utami.
Menurut Krishna, jika telah menemui titik terang pihaknya bertekad akan menyeret perbuatan salah seorang TKW Hongkong ini ke ranah hukum. Bahkan ia akan mengejar hingga ke kediamannya di tanah air.

"Upaya akan melakukan investigasi ke rumah keluarganya,memastikan tempat tinggalnya dan kemudian membuat pengaduan ke pemerintah setempat, desa, kepolisian, hingga ke LP3 TKI & UPTP3TKI Surabaya," ungkapnya.

loading...

0 Response to "Ngaku TKW Banyuwangi, Video Hot Sri Utami Mandi Telanjang Menjadi Viral Di Media Sosial"