Kasus Kanjeng Dimas Belum Tuntas, Muncul Kanjeng Giman Dari Banyuwangi


Kanjeng Dimas Taat Pribadi dari Probolinggo punya saingan. Namanya Mochamad Sudirman alias Sugiarto yang lebih dikenal dengan Kanjeng Giman (56), warga Dusun Krajan Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

Seperti Kanjeng Dimas, Kanjeng Giman juga mengaku bisa menggandakan uang. Bedanya ia tidak memiliki padepokan.
Dukun pengganda uang Kanjeng Giman dari Banyuwangi.
Kanjeng Giman dan barang bukti (sumber : Kompas.com)
Namun gara-gara melakukan penipuan dengan modus menggandakan uang milik Ramli Lubis (42) warga Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, ia diamankan Polres Banyuwangi. Total uang yang disetorkan oleh Ramli Lubis mencapai Rp 350 juta.

Ramli yang mengenal Kanjeng Giman dari melalui Irmansyah yang merupakan murid Kanjeng Giman. Pada 23 Januari 2016 Ramli mengunjungi Kanjeng Giman.

Dalam pertemuan itu Kanjeng Giman mengaku bisa mendatangkan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan cara menggandakan uang. 

Ramli pun menyerahkan uang kepada pelaku dengan janji uangnya akan bertambah 10 kali lipat menjadi Rp 3,5 miliar.

Saat penyerahan uang ada ritual khusus yaitu pembakaran menyan dan gula pasir oleh pelaku di atas cobek tanah sehingga ruangan dipenuhi asap gelap.

Saat itu oleh pelaku, uang yang diletakkan di dalam tas plastik warna hitam ditukar dengan tas plastik lain yang berisi uang pecahan Rp 100.

"Setelah ritual pelaku berpesan agar tas plastiknya jangan dibuka lebih dahulu. Tapi saat sampai Surabaya tanggal 25 Januari 2016 oleh korban dibuka karena penasaran dan kaget saat tahu uangnya berubah menjadi pecahan Rp 100 sekitar Rp 400.000 dan itu pun diduga uang palsu," jelas Kasatreskrim Polres Banyuwangi Iptu Hadiwaluyo, Rabu (12/10/2016).

Iptu Hadi Waluyo mengatakan, polisi akan terus mengembangkan kasus penipuan bermodus penggandaan uang ini untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.

Kanjeng Giman diduga sudah melakukan modus penipuan penggandaan uang sejak empat tahun.
"Sementara yang lapor baru satu orang walaupun kami mengira korban lebih dari satu orang," jelas Hadiwaluyo.

Ia menegaskan, praktik yang dilakukan Kanjeng Giman tidak ada hubungannya dengan penggandaan uang Kanjeng Taat yang ada di Probolinggo.

Sementara itu Kanjeng Giman di hadapan para wartawan membantah melakukan penipuan penggandaan uang. Menurut dia, korban sendiri yang ke rumahnya membawa uang dan minta tolong untuk mencari dicarikan orang pintar.

"Saya ndak tahu orangnya datang sendiri. Kalau menyan ini untuk orang hajatan yang minta biar enggak hujan. Saya enggak bisa gandakan uang. Saya cuma bisa menyembuhkan orang sakit," ucapnya.

Saat diamankan dari rumahnya, polisi membawa barang bukti berupa 40 bendel uang kertas pecahan Rp 100, dua bendel kantung plastik kecil warna hitam, satu buah bantal dengan sarung warna hijau dan satu buah cobek dari tanah liat yang digunakan pelaku untuk bakar menyan dan gula pasir. (Kompas.com, Sindonews.com)

loading...

0 Response to "Kasus Kanjeng Dimas Belum Tuntas, Muncul Kanjeng Giman Dari Banyuwangi"