Baju Adat Using jadi Pakaian Dinas Banyuwangi


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberlakukan baju adat Suku Using sebagai pakaian dinas harian untuk dikenakan para karyawan di lingkungan pemerintah daerah itu.
   
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Slamet Kariyono di Banyuwangi, Kamis menyampaikan hari ini merupakan hari pertama pemkab memberlakukan pakaian dinas baru tersebut yang didasarkan pada Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor : 27 Tahun 2016, tentang Pakaian Dinas di Lingkungan Kabupaten Banyuwangi.

Baju adat Osing seragam baru karyawan Pemkab Banyuwangi.
Seragam baru karyawan Pemkab Banyuwangi (sumber : Twitter)
Ia menjelaskan bahwa Perbup itu ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) dari Sekretaris Daerah Nomor 065/236/429.013/2016 tentang Penggunaan Pakaian Adat Banyuwangi sebagai Pakaian Dinas Harian (PDH).
   
"Dalam SE itu disebutkan pedoman pakaian adat, baik untuk pria maupun wanita. Pakaian ini akan digunakan satu minggu sekali, dan dipakai setiap Kamis," katanya.
   
Sekkab Slamet menambahkan, pemakaian baju adat untuk pakaian dinas merupakan salah satu upaya untuk menguri-uri (memelihara) budaya Banyuwangi.
   
"Pariwisata kita telah dikenal luas, yang menunjukkan bahwa tradisi dan budaya kita dikagumi oleh pihak luar. Maka kita pun harus bangga dan terus berupaya melestarikan tradisi kita, termasuk salah satunya dengan mengenakan pakaian adat di kalangan birokrasi," ujar Sekkab.
   
Selain menumbuhkan cinta budaya Banyuwangi, ujar Sekkab, penggunaan pakaian adat juga untuk menghidupkan kembali industri kecil menengah (IKM) bordir di Banyuwangi. Salah satu kriteria seragam untuk karyawati adalah kebaya bordir.
   
"Bayangkan, jika seluruh PNS yang jumlahnya sekitar 14 ribu menggunakan pakaian dinas bordir, sudah berapa pesanan bordir yang diterima oleh IKM tersebut. Inilah maksud kami. Meski mengenakan kebaya kami berharap tidak mengurangi besarnya pelayanan publik, yang justru harus semakin semangat," kata Sekkab. 

Seragam baru karyawan Pemkab berjuluk (The Sunrise of Java” ini dominan warna hitam.
Seragam karyawan perempuan menggunakan kebaya hitam dipadu bagian bawah memakai kain batik khas Banyuwangi.

Sedangkan pada seragam laki-laki mengenakan baju adat hitam-hitam, namun dilengkapi 'udeng' atau penutup kepala khas suku Using Banyuwangi.

Pada hari pertama penggunaan baju adat, tepat pukul 07.00 WIB, karyawan di lingkungan Pemkab Banyuwangi mulai mengikuti apel pagi yang digelar di halaman kantor. Barisan apel yang biasanya dipenuhi aparat birokrasi dengan pakaian dinas harian (PDH) coklat, kini terlihat lebih menarik. Mereka semua mengenakan pakaian adat khas Using, mulai dari Sekretaris Daerah, asisten, kepala SKPD hingga semua karyawan.(Antarajatim.com)

loading...

0 Response to "Baju Adat Using jadi Pakaian Dinas Banyuwangi"