10 Desa Banyuwangi Jadi Percontohan Desa Emas Nasional


Ketua Kelompok Kerja Industri Pedesaan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie, menyatakan, Banyuwangi adalah kabupaten pertama yang menjadi proyek percontohan Desa Emas Nasional.

Banyuwangi jadi percontohan desa emas nasional.

"Desa emas adalah program yang berupaya membangun desa yang merdeka dari kemiskinan, pengangguran, dan rasa tidak aman. Pelaksanaannya melibatkan tiga komponen, yaitu pemerintah, masyarakat desa dan pemuda sebagai agent of change (agen perubahan)," kata Aries, saat diterima Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di Lounge Pelayanan Publik, Rabu (7/9/2016).

Pemkab akan menunjuk maksimal 10 desa sebagai pilot project. Dari setiap desa tersebut, akan dipilih dua orang pemuda yang akan dilatih selama tiga minggu tentang entrepreunership sesuai dengan potensi desa asalnya.

Banyuwangi layak menjadi percontohan program, karena pemimpin dan masyarakatnya telah memiliki komitmen kuat untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Banyuwangi yang signifikan.

"Sehebat apa pun pemerintahnya, kalau masyarakatnya tidak mau bergerak hasilnya tidak akan seperti ini," kata Aries.

Untuk mengikuti dalam program Desa Emas, ada persyaratan yang harus dipenuhi dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Ketua Kelompok Kerja Industri Pedesaan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie, mengatakan, pemuda itu adalah warga asli desa bersangkutan, berusia 20-30 tahun dengan pendidikan minimal SMK. "Dia juga mau belajar, dan mau tidak dibayar," katanya.

Menurut Aries, para pemuda itu akan diberikan beragam pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya. "Pelatihannya bagaimana berperilaku yang baik, melakukan pembukuan keuangan, melihat peluang usaha dan lain-lain. Kami cetak mereka menjadi pimpinan bagi usaha-usaha masyarakat di desa nya. Sebagai kontribusinya, mereka wajib menularkan ilmu dan mendampingi usaha warga desa yang lain minimal selama lima tahun," katanya.

Usai pelatihan, kata Aries, diharapkan para pendamping mampu menyebarkan karakter positif kepada warga desa, terutama yang mampu mendorong ekonomi kreatif warganya. 

"Warga juga wajib diajarkan menciptakan pasar bagi produk-produk desanya. untuk menjual produk-produk yang mereka hasilkan," katanya.

Mereka juga akan belajar ke negara lain yang berhasil melakukan gerakan membangun desa, seperti korea, malaysia dan Thailand. Targetnya, tahun ini semua berjalan. (Beritajatim.com)

loading...

0 Response to "10 Desa Banyuwangi Jadi Percontohan Desa Emas Nasional"