Lebaran Kedua, Suku Using Banyuwangi Gelar Barong Ider Bumi


Barong ider bumi 2016.
Hari kedua Idul Fitri menjadi hal yang berbeda bagi warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Kamis (7/7/2016).

Tak seperti warga lain yang sibuk dengan silaturahmi, di tempat ini justru warga satu desa menggelar tradisi ritual barong ider bumi.

Ritual ini dipercaya sebagai ritual bersih desa dari marabahaya dan penyakit. Ider bumi atau keliling kampung ini menampilkan atraksi tarian barong yang dimainkan orang.

Semua kalangan baik orang tua, remaja, dan anak-anak guyub bersama mengikuti iringan musik angklung dan patrol.

Uniknya, di sepanjang jalan desa yang dilalui terdapat beberapa tetua desa berjalan sambil menaburkan beras kuning berisi uang pecahan receh. Sontak, pada sesi ini banyak anak kecil saling berebut untuk mendapatkan uang tersebut.

Dalam iring-iringan itu, ada pula sesepuh adat dan tokoh agama yang naik kereta maupun kuda. Terdapat pula para warga yang membawa hasil ladang lengkap dengan pikulannya.

Di ujung desa, warga berhenti dan kembali berebut suguhan berupa pisang yang disiapkan berjajar rapi di pinggir jalan.

Upacara ini ditutup dengan menggelar selamatan dan makan tumpeng bersama di sepanjang jalan desa.

Anehnya, tumpeng yang dipersiapkan bukan tumpeng seperti biasa. Para warga menyiapkan santapan khas suku using, yang dinamakan pecel petek. Sebuah kuliner dengan hidangan ayam panggang lengkap dengan bumbu urap parutan kelapa.

Ritual tradisi barong ider bumi yang digelar warga setempat ini bertujuan untuk keselamatan dan tolak balak. Dengan harapan mereka agar terhindar dari ancaman marabahaya atau wabah penyakit pageblug.

Warga meyakini jika ritual tidak dilaksanakan akan terjadi sesuatu yang membahayakan kesalamatan warga. [Beritajatim com]

loading...

0 Response to "Lebaran Kedua, Suku Using Banyuwangi Gelar Barong Ider Bumi"