Tradisi Unik Seniman Lemahbang Kulon Bangunkan Sahur


Tradisi sahur di Banyuwangi.
Sekelompok seniman warga Dusun Sukorejo, Desa Lemahbang kulon, Kecamatan Singojuruh melakukan cara unik membangunkan warga untuk sahur. Mereka rela keliling dari kampung ke kampung sambil menabuh gamelan diatas mobil pick up.

Kegiatan membangunkan sahur keliling dengan gamelan itu rutin dilakukan setiap bulan ramadan. "Menginjak hari ke empat belas ramadan dan seterusnya orang mulai malas bangun sahur," katanya Juwono, 50 salah seorang koordinator sahur keliling.

Dengan menggunakan media alat musik gamelan kendang, kempul, gong, angklung, dan biola lengkap dengan lima wiyogo. Selama perjalanan menggunakan mobil pick up itulah, para wiyogo memainkan gamelan, dan seorang sinden yang menyanyikan lagu khas Banyuwangi melalui pengeras suara.

Kegiatan gugah-gugah sahur itu dimulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB, berkeliling ke kampung tetangga, seperti ke Desa Alasmalang, Desa Singojuruh, Desa Cantuk, Desa Padang, Singolatren, dan Desa Rogojampi. "Kegiatan ini murni karena senang dan sukarela, tidak ada bayaran sepeserpun," jelas Juwono.

Selama berkeliling ke kampung-kampung itu, rombongannya juga berhenti sejenak di titik strategis sambil memainkan satu lagu khas Banyuwangi dengan terus berteriak sahur..sahur.

"Kadang juga ada warga yang suka dan request lagu untuk nyanyi, dan kita juga diseduhkan kopi, serta diberi tips uang mirip pengamen keliling kampung," ujarnya.

Usai berkeliling ke lain kampung baru setelah pukul 02.30  rombongannya kembali dan berkeliling di kampung Lemahbang kulon untuk membangunkan warga di desa tempat tinggalnya sambil menyantap sahur (Beritajatim.com)

loading...

0 Response to "Tradisi Unik Seniman Lemahbang Kulon Bangunkan Sahur"