Sidak ke Pelabuhan Ketapang, Menhub Soroti Data Manifest


Menhub Jonan sidak di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melanjutkan kunker ke Stasiun Banyuwangi Baru, Ketapang dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Dalam kunker kali ini, Jonan menyoroti tentang input data manifest di penyeberangan Selat Bali. Meski hingga kini masih dilakukan secara manual, data manifest (data penumpang) wajib dilakukan.

Walaupun dalam praktiknya, akan terjadi antrean, ia menegaskan lebih baik berlama-lama mengerjakan SOP seperti leasing kendaraan dan input data manifest supaya meminimalisasi kericuhan data di lapangan.

"Ini penting supaya jika terjadi apa-apa (kecelakaan) bisa ditangani lebih cepat. Lebih baik berlama lama sambil menginput data manifest, kalaupun terjadi antrean paling juga 30 menit. Karena kita mengedepankan SOP dan manifest lalu, tidak akan mungkin sampai setengah hari penumpukan antrean. Berlama lama tidak apa-apa demi keselamatan," kata Jonan di MB II Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (16/6/2016).

Dirut PT. ASDP Ferry Indonesia, Danang S Baskoro menambahkan, ia mengakui jika penerapan sistem elektronik manifest di Pelabuhan Ketapang molor dari jadwal yang telah ditentukan. Pada awalnya, lebaran tahun ini, pengoperasian elektronik manifest di Pelabuhan Ketapang akan berjalan bersama beriringan dengan sistem yang telah dipakai di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Namun, lantaran perlu penyesuaian ke operator-operator kapal, maka PT. ASDP Ferry Indonesia memutuskan menunda dan akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Rencana kemarin mau kita lakukan sebelum lebaran ini tetapi kita masih butuh sosialisasi ke operator2 lain. Maka keputusannya setelah lebaran. Tapi tahun ini harus elektronik supaya sama seperti di Merak-Bakauehi," tandasnya. (Detik.com)

loading...

0 Response to "Sidak ke Pelabuhan Ketapang, Menhub Soroti Data Manifest"