Banyuwangi Luncurkan Program Smart Kampung


program Smart Kampung di Banyuwangi
Program 'Smart Kampung' di Kabupaten Banyuwangi diresmikan. Program yang mengintegrasikan penggunaan teknologi informasi dengan pelayanan publik ini dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Selasa (31/5/2016).

"Sekarang saya melihat anak-anak usia dini lebih mudah membuka ponsel daripada Alquran. Ini bisa dipandang negatif kalau kita membiarkan anak-anak kita tidak dibatasi dan tidak dikontrol menggunakan akses internet ini. Tetapi positifnya juga banyak, salah satunya dituangkan dalam kampung cyber ini," ujar Menkominfo Rudiantara saat peluncuran 'Smart Kampung' di Kalibendo.

Pria yang akrab disapa Chief Ra ini mengakui banyaknya dampak negative dari internet. Dia menyebut bila digunakan dengan bijak internet juga bisa dimanfaatkan untuk pelayanan publik seperti yang dilakukan Banyuwangi. Apalagi program 'Smart Kampung' merupakan langkah Banyuwangi untuk mempercepat pelayanan ke masyarakat.

"Penduduk itu memerlukan layanan dari pemerintah. Pelayanan pemerintah pusat setahu saya tinggal yaitu imigrasi. Kalau mengharapkan paspor harus kantor imigrasi tidak bisa desa, yang lain praktis sudah dilayani pemda," ujarnya.
"Kita membutuhkan mulai brojol bayi butuh akta kelahiran dan kematian itu akta kematian. Kalau tidak ada surat kematian mohon maaf jenazah ditolak TPU kecuali yang dimakamkan di makam keluarga. Otomatis pelayanan ada di daerah," lanjutnya.

Chief Ra pun berharap inovasi yang dilakukan oleh Banyuwangi tidak berhenti pada program 'Smart Kampung' saja. Dia menaruh harapan program ini benar-benar berjalan dan dilakukan hingga ke tingkat desa. Bila program ini berhasil, Chief Ra memastikan Banyuwangi bisa menjadi pemantik bagi daerah lain untuk ikut berinovasi.

"Saya sangat mendorong upaya-upaya di pemda. Apalagi kalau itu sudah disebut 'Smart Kampung' layanan itu bukan tingkat kabupaten saja tapi desa kepala desa. Inilah yang barangkali akan membuat desa, Banyuwangi dan negara kita maju," katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun menuturkan program 'Smart Kampung' ini adalah jawaban dari segala persoalan yang terjadi di perkotaan. Dia menganalogikan bila pembangunan di desa berjalan lancar maka tidak ada lagi persoalan yang timbul karena urbanisasi.

"Banyuwangi terus berbenah, tantangan ke depan semakin banyak. Kenapa ''Smart Kampung'' seperti yang terdengung biasanya di kota. Hilirnya ada di kota hulunya di desa. Kegagalan pembangunan di desa, termasuk menciptakan lingkungan yang nyaman maka terjadi migrasi besar-besaran di kota maka timbul banyak masalah seperti kemacetan, sanitasi, kekerasan dalam bentuk fisik maupun yang lain muncul di perkotaan," paparnya.

Anas berharap dengan program ini masyarakat desa menjadi lebih melek informasi dan mendapatkan pelayanan yang cepat. Apalagi program ini telah melalui uji coba selama tiga bulan sehingga diharapkan program ini sudah matang.

"Yang smart tidak hanya kota tapi juga di desa. Di desa rakyat merasakan kemacetan pelayanan publik karena jaraknya yang jauh. Komitmen kami pak menteri bukan hanya kota yang dibangun untuk itu tapi juga desa-desa dibangun dalam konteks ''Smart Kampung'' ini telah sdh trial dan eror kami punya aplikasi sederhana laporan via Twitter kami capture masukkan ke WA grup semua persoalan kesehatan, orang tidak mampu SOPnya perjam harus bisa diatasi di seluruh SKPD," beber Anas.

"Ke depan pelayanan ini harus semakin baik. Para kades kita paksa 'latih' kalau tidak kades ya sekdesnya. Sekarang beberapa desa mulai berinovasi pelayanan tidak hanya siang hari tapi sebagian desa telah melayani di malam hari, satu minggu ada 4 hari, ini adalah inovasi di desa-desa," katanya.

Sebanyak 41 desa atau kelurahan di Banyuwangi telah siap disebut sebagai 'Smart Kampung'. Wilayah yang siap dengan program ini adalah desa-desa yang jauh seperti desa yang ada di Purwoharjo, Pesanggaran, Wongsorejo, Glenmore, Siliragung, Muncar, dan beberapa desa lainnya. (Detik.com)

loading...

0 Response to "Banyuwangi Luncurkan Program Smart Kampung"