Kasus Siswa Satu Sekolah Gagal SNMPTN Juga Terjadi Di SMAN 2 Genteng


Siswa SMAN 2 Genteng tidak satupun lolos SNMPTN 2016.
Tdak hanya di SMAN 3 Semarang, kejadian yang sama ternyata juga dialami siswa SMAN 2 Genteng, Banyuwangi. Sebanyak 260 siswa kelas XII sekolah tersebut tidak diterima dalam jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN).

Hanya, penyebabnya berbeda. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono, hal tersebut terjadi lantaran kekeliruan sekolah dalam meng-input data sistem kredit semester (SKS) siswa pada pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) online.’’Input nilai yang dilakukan operator sekolah tidak sesuai dengan ketentuan SNM PTN,’’ ucapnya. Karena itu, tak ada siswa SMAN 2 Genteng yang diterima dalam SNM PTN.

Seharusnya, operator mengisi lima form (seri) nilai di PDSS. Namun, karena kurang koordinasi dengan panitia SNM PTN, operator hanya mengisi empat form. Satu form kosong itulah yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur oleh panitia SNM PTN. ’’Jadi, yang salah bukan sistem SKS-nya. Buktinya, SMAN 1 Giri (Banyuwangi, red) lancar dan sama-sama menggunakan sistem SKS. Kesalahan ada pada pengisian form oleh operator,” ujarnya.

Namun, penyebab itu ditampik Kepala SMAN 2 Genteng Istu Handono. Menurut dia, hal tersebut bukan kesalahan sekolah. ’’Sebab, ada perbedaan persepsi antara sekolah saat dilakukan pengisian data pada PDSS dan panitia SNM PTN mengenai kriteria nilai,” katanya. ’’Tak hanya di sini, ada 40 sekolah di Indonesia, termasuk SMAN 3 Semarang, yang nasibnya sama seperti kami,’’ lanjutnya.

Menurut Istu, ketika memasukkan data pada PDSS, pihaknya mengacu pada aturan. Pihaknya juga merasa heran karena berujung pada hasil yang tidak diharapkan. Jika ada kesalahan, semestinya ada semacam penolakan atau pemberitahuan dari sistem. Tetapi, selama ini tidak ada masalah. ’’Secara sederhana, kalau sistem menghendaki lima nilai, semestinya empat nilai tersebut ditolak sejak awal. PDSS minta empat nilai. Sementara itu, panitia SNM PTN meminta lima nilai,” ungkapnya.

Untuk menyikapi hal tersebut, Istu mengaku sedang berkoordinasi dengan sejumlah sekolah yang bernasib serupa, termasuk SMAN 3 Semarang. Bukan hanya itu, pihaknya juga mengirim tim untuk meminta penjelasan kepada panitia SNM PTN di Jogjakarta. ’’Kami kirim tim ke Jogja yang terdiri atas Wakasek (wakil kepala sekolah, Red), operator, dan wali murid,” ucapnya.


Istu mengungkapkan, tim yang berangkat ke Jogjakarta tersebut menanyakan perbedaan persepsi dan meminta kejelasan nasib siswa dengan standar nilai yang semestinya bisa diterima. Dia mengecam, jika sistem SKS tidak diakomodasi, seharusnya ditutup saja. (Jawapos.com)

loading...

0 Response to "Kasus Siswa Satu Sekolah Gagal SNMPTN Juga Terjadi Di SMAN 2 Genteng"