Migrant Care Temukan di Banyuwangi Ada Perekrutan Anak Sekolah Jadi TKI


Anak SMA Banyuwangi direkrut jadi TKI.
Anis Hidaya, Direktur Migrant Care (Skalanews.com)
Migrant Care, lembaga pembelaan dan advokasi hak-hak buruh migran, menemukan perekrutan TKI usia di bawah umur di Kabupaten Banyuwangi. Rata-rata mereka berusia di bawah 18 tahun. Praktek perekrutan ini dilakukan salah satu lembaga penyalur TKI bekerja sama dengan sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK.

"Dalam satu bulan ini kita temukan 7 dokumen TKI di bawah umur. Lembaga itu bekerja sama dengan sekolah-sekolah biasanya siswa kelas XII, bahkan mereka belum punya ijazah," ujar Direktur Utama Migrant Care, Anis Hidaya, Jumat (15/4/2016).

Modusnya, kata Anis, penyalur tenaga kerja ini memberi janji bekerja di luar negeri di bidang perhotelan, industri dan pelayaran. Dengan tujuan ke Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Singapura. Menurut Anis, praktek ini sudah lama dilakukan di Banyuwangi, namun baru ditemukan sebulan ini.

"Ada bursa kerja khusus lewat sekolah ini sudah lama. Ini tergolong trafficking atau perdagangan orang. Kita sudah laporkan ke Pak Anas (Bupati) karena ini masif lewat sekolah," tambah Anis.

Untuk itu, kata Anis, pihaknya mendesak Pemkab Banyuwangi untuk menghentikan praktek perekrutan tenaga kerja dibawah umur ini. Sebab hal itu sudah menyalahi aturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Sementara Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuwangi, Alam Suderajat mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terhadap temuan ini. Jika benar, pihaknya akan memberikan saksi tegas dan melaporkan ke polisi terhadap lembaga penyalur TKI di bawah umur. Sanksinya berupa teguran hingga pencabutan izin.

"Untuk sekolah kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Karena itu ranah mereka. Sanksi kita serahkan sepenuhnya ke mereka," pungkasnya. (Detik.com)

loading...

0 Response to "Migrant Care Temukan di Banyuwangi Ada Perekrutan Anak Sekolah Jadi TKI"