Unair Bisa Buka Fakultas Kedokteran di Banyuwangi, Tapi Ada Syaratnya


Kampus Unair kelas Banyuwangi.
Kampus Unair Banyuwangi (sumber : Tempo.co)
Mungkinkah Unair kelas Banyuwangi membuka fakultas kedokteran? Upaya kearah itu sedang diupayakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan mendorong agar Universitas Airlangga (Unair) yang sudah mempunyai kampus di Banyuwangi, bisa membuka fakultas kedokteran.

"Kami menandatangani MoU dengan pak rektor soal pengembangan kampus Unair yang ada di Banyuwangi. Salah satunya, saya minta tadi adalah dibukanya fakultas kedokteran. Alhamdulillah, pak rektor merespons positif. Akan ada langkah-langkah teknis, tapi bertahap," ungkap Anas usai menemui Rektor Unair Mohammad Nasih di kampus C Unair, Rabu (16/3/2016).

Rektor Unair Mohammad Nasih mengungkapkan persyaratan yang diperlukan untuk mempunyai fakultas kedokteran diantaranya, ketersediaan dokter yang menjadi tenaga pengajar. Selain itu, sejumlah program studi perlu dirintis untuk menunjang fakultas kedokteran, seperti kimia, biologi, dan radiologi.

"Untuk tahap awal, kami akan membuka program studi yang bisa menunjang fakultas kedokteran tersebut. Dosen-dosen Unair juga sudah mulai diskusi dengan dokter-dokter di Banyuwangi yang mayoritas memang lulusan fakultas kedokteran Unair. Tapi ini semua bertahap, kami juga harus konsultasi ke kementerian," ujar Mohamad Nasih tanggapi keinginan Bupati Anas.

Mendapat jawaban terkait persyaratan yang harus dipenuhi untuk memiliki fakultas kedokteran. Anas langsung meresponsnya dengan menyiapkan beasiswa bagi anak muda Banyuwangi yang ingin menempuh pendidikan dokter spesialis di Unair.

"Ada kontraknya. Yang mau diberi beasiswa harus tanda tangan kontrak bahwa mereka nanti balik ke RSUD atau Puskesmas di Banyuwangi dan siap menjadi pengajar di fakultas kedokteran Unair kampus Banyuwangi. Jadi ini langkah pararel. Kami ikut bantu siapkan tenaga penagajarnya dan terus perbaiki rumah sakit, Unair siapkan instrumen pendidikan lainnya," ujar Anas serius.

"Saya akan langsung tawarkan program beasiswa ini ke dokter muda Banyuwangi atau yang sedang koas. Kebetulan, rumah sakit Banyuwangi sudah menjadi RS mitra pendidikan sejumlah kampus, jadi banyak yang sedang praktik koas di sana," imbuh Anas.

Anas juga mengungkapkan, kehadiran fakultas kedokteran bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kebutuhan dokter bisa lebih mudah dipenuhi. Selain itu, tentu saja akan banyak mahasiswa dari berbagai daerah yang ke Banyuwangi yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat," pungkas Anas.

Untuk diketahui, Unair kampus Banyuwangi telah memulai perkuliahan pada 2014. Hingga saat ini, mahasiswa dari 15 provinsi telah berkuliah di empat jurusan yang telah ada, yaitu akuntansi, budidaya perairan, kedokteran hewan, dan kesehatan masyarakat.

Total mahasiswa Unair Banyuwangi mencapai 321 orang. Jumlah tersebut merupakan dua angkatan sejak perkuliahan resmi dimulai. Calon mahasiswa yang meminati Unair Banyuwangi tercatat cukup banyak, mencapai 1.651 orang dari seluruh Indonesia pada tahun lalu. (Detik.com)

loading...

0 Response to "Unair Bisa Buka Fakultas Kedokteran di Banyuwangi, Tapi Ada Syaratnya"