Pasar Tradisional di Banyuwangi Akan Direnovasi Tanpa Sekat


Pasar tradisional Banyuwangi direnovasi tanpa sekat.
Bupati Anas di salah satu kios pasar Srono (Kompas.com)
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sejak tahun 2015 mulai merenovasi pasar tradisional dan bersinergi dengan pemerintah pusat.

Bangunan pasar didesain dengan konsep modern dan dibuat tanpa sekat agar pandangan terkesan luas. Hal tersebut dijelaskan Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas, Kamis (10/3/2016).

"Selama ini kalau bilang pasar tradisional pasti dikenal dengan kumuh, becek dan pengap. Apalagi banyaknya sekat jadi tidak rapi," ucap Anas.

Dia mencontohkan, salah satu pasar tradisional yang sudah dibangun adalah Pasar Srono yang sudah berdiri sejak 25 tahun yang lalu. Dia mengaku, saat mengunjungi pasar tradisional banyak dicurhati oleh pedagang karena kondisi masih belum sempurna.

"Saya menjelaskan kepada pedagang kondisi pasar masih transisi dan beberapa fasilitas pasar juga belum dilengkapi dengan sempurna. Karena kalau nunggu masih tahun depan selesainya, pedagang pasti protes kelamaan di tempat relokasi. Iya memang masih uji coba dan kita cek terus, banyak yang masih perlu diperbaiki," tambahnya.

Seluruh pasar tradisional di Banyuwangi secara bertahap akan dibangun dan ditata layaknya pasar modern. Penataan ruang pasar dilakukan supaya para pedagang dan pembeli bisa saling memberi pelayanan dan kenyamananan saat bertransaksi.

Penataan pasar tradisional, lanjutnya, dianggap sebagai budaya baru supaya bisa membentuk karakter pasar tradisional modern yang bersih, tertib dan nyaman.

"Saya sudah meminta agar pedagang juga ikut menjaga kebersihan pasar," ungkapnya.

Bahkan, dia berencana memutar video di pasar-pasar tradisional agar para pedagang memahami konsep modern dan bisa menata sendiri lapaknya.

"Nanti akan dibuat satu contoh lapak dan bisa ditiru oleh pedagang lainnya," tutupnya. (Kompas.com)

loading...

0 Response to "Pasar Tradisional di Banyuwangi Akan Direnovasi Tanpa Sekat"