Dubes RI di Swedia Jajaki Potensi Ekspor Kopi dan Wisata Banyuwangi


Dubes RI untuk Swedia jajaki potensi ekspor kopi dan wisata Banyuwangi.
Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro di Banyuwangi (foto : Detik.com)
Geliat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mendorong Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Bagas Hapsoro, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Rabu (27/1/2016).

Kedatangan Dubes RI ini untuk menjajaki potensi ekspor produk Banyuwangi ke Swedia. Secara spesifik, Dubes RI ini mencoba memasarkan kopi Banyuwangi ke Eropa. Dubes Bagas melihat kopi Banyuwangi memiliki pangsa pasar yang bagus untuk dikembangkan di Swedia.

"Ini sangat potensial sekali. Tentunya kopi ini harus di-package yang menarik dan bagus supaya bisa menembus pasar internasional," kata Dubes Bagas kepada wartawan.

Berdasarkan penilaian Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, kopi Banyuwangi dikenal bermutu tinggi, bahkan kualitasnya dinilai di peringkat ke 4 setelah Jamaica, Hawai dan Toraja. Produksi kopi Banyuwangi mencapai 7,8 ribu ton dengan luas panen 8,19 ribu hektar.

"Banyaknya festival khususnya kopi di Banyuwangi membuat kita tertarik pasarkan kopi ke Swedia," tambahnya.

Dikatakan Bagas, sejak tahun 2011 Indonesia dengan Swedia telah memiliki hubungan yang erat dalam bidang ekspor impor. Sejumlah produk asal Indonesia yang telah diekspor ke Swedia antara lain, kopi, teh, minyak kelapa, CPO (minyak kelapa sawit,red), karet, alas kaki, pakaian, elektronik dan alat permainan.

Perdagangan Indonesia dengan Swedia, kata dia, tercatat nilai ekspor Indonesia ke Swedia mencapai sekitar USD 177 Juta.

"Dari keseluruhan produk ekspor Indonesia ini, kayu lapis Banyuwangi menjadi salah satu penyumbang ekspor ke Swedia. Pada 2015 lalu, Banyuwangi telah melakukan ekspor kayu lapis ke Swedia dengan volume 78.833 M3 senilai USD 129.329 ribu," ujar Dubes Bagas.

Import RI dari Swedia berupa hitech yang berwawasan lingkungan seperti, teknologi panas bumi dan hydro power. Swedia pun, imbuhnya, menjadi salah satu investor terbesar ke Indonesia dengan nilai investasi Rp. 23,8 Miliar.

Dalam lawatannya, Dubes Bagas juga mengunjungi salah satu industri galangankapal termoderen dan tercanggih yang ada di Banyuwangi, yaitu PT Lundin Industry Invest. Perusahaan ini mempunyai ahli desain kapal dari berbagai negara, seperti Inggris dan Australia. Sementara ownernya, John Lundin adalah warga negara Swedia yang kini menetap di Banyuwangi.

Perusahaan ini dianggap memiliki teknologi canggih yang tidak banyak dimiliki oleh industri serupa di negara-negara lain dimana bahan kapal diproduksi menggunakan serat fiber yang kuat dan tahan korosi, seperti di Eropa. Saat ini Lundin tengah menggarap 10 unit kapal cepat berteknologi tinggi, berkecepatan 75 knot yang dipesan oleh Swedia. 

PROMOSIKAN WISATA BANYUWANGI
Dari hasil kunjungan itu, Kedutaan Indonesia di Swedia akan mempromosikan obyek wisata baru di Indonesia kepada wisatawan di Swedia dan sekitarnya.

Bagas mengatakan jumlah wisatawan asal Swedia yang berkunjung ke Indonesia masih relatif sedikit. Pada 2013, misalnya, baru mencapai sekitar 27.600 orang, kebanyakan berkunjung ke Yogyakarta, Bali dan Sumatra.

"Selama 2 hari kami di sini, saya lihat potensi wisata yang dimiliki Banyuwangi juga bisa menjadi daya tarik wisatawan Swedia. Alamnya yang sejuk serta kotanya yang bersih, menjadi poin alasan kedatangan turis Swedia ke mari. Akan kita intensifkan promosi pariwisata Banyuwangi di Swedia," tambah Dubes Bagas.


Bagas mengatakan Indonesia berpeluang menggarap negara-negara di Eropa Barat karena penghasilan perkapita penduduknya tinggi, sekitar 47 ribu euro. Musim dingin di Eropa Barat terjadi sepanjang 6 bulan. "Saat musim dingin, pilihan warganya pasti akan berlibur ke luar negaranya," ujarnya.

Pejabat Bupati Banyuwangi, Zarkasi, menyambut baik apabila Dubes Indonesia untuk Swedia mempromosikan wisata Banyuwangi ke negara-negara Eropa Barat.

Berbagai promosi wisata Banyuwangi mampu mendongkrak jumlah wisatawan Nusantara hingga 161 persen, dari 651.500 orang pada 2010 menjadi 1.701.230 orang pada 2015. Adapun wisatawan mancanegara meningkat 210 persen dari kisaran 13.200 pada 2010 menjadi 41.000 pada 2015. (Detik.com, Tempo.co)

loading...

0 Response to "Dubes RI di Swedia Jajaki Potensi Ekspor Kopi dan Wisata Banyuwangi"