Petani Banyuwangi Mendapat Bantuan Alat Pertanian Rp 8,63 Miliar


Petani di Banyuwangi pantas bersyukur. Pasalnya, Pemkab Banyuwangi memberikan bantuan alat mesin pertanian senilai Rp 8,63 miliar untuk mereka.

Alat-alat itu berupa dua unit rice transplanter (mesin penanam padi), 28 combine harvester (pemanen kombinasi), 32 power tresher multiguna (perontok padi), 57 pompa air, 143 traktor roda dua.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, bantuan tersebut merupakan sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi Jawa Timur. "Bantuan ini diberikan setiap tahun agar kinerja petani bisa meningkat. Setiap tahun skala dan sasarannya berbeda," kata Bupati Anas.
Produktivitas padi sawah di Banyuwangi melebihi produktivitas padi Jawa Timur maupun nasional
Anas menambahkan, dalam empat tahun terakhir, Pemkab Banyuwangi telah membangun dan merehabilitasi total 1.087 titik irigasi dan telah merekrut 29 tenaga penyuluh pertanian untuk mencukupi penyuluh yang telah ada.

"Kita semua ingin sektor pertanian bisa tetap survive dan unggul. Di Banyuwangi juga mengatur pengendalian lahan pertanian yang tercantum di Perda Tata Ruang agar bisa menekan laju konversi lahan," kata dia.

Sementara itu, Ikrori Hudanto, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, menjelaskan total luas panen padi di Banyuwangi dari 2010-2014 rata-rata 119.005 hektare (ha) per tahun.

Produksi padi dari tahun 2010–2014 rata-rata 784.147 ton per tahun. Sepanjang Januari sampai September 2015, dengan luas panen 106.154 ha, produktivitas padi di Banyuwangi mencapai 65,28 kuintal per ha.

“Produktivitas padi sawah di Banyuwangi rata-rata 6,5 ton per hektare, melebihi produktivitas padi Jawa Timur 5,98 ton per hektare maupun nasional 5,13 ton per hektare,” kata Ikrori.
Kompas.com

loading...

0 Response to "Petani Banyuwangi Mendapat Bantuan Alat Pertanian Rp 8,63 Miliar"