Pemkab Banyuwangi Buka SMK Batik


Mengenalkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia tak melulu dituangkan dalam balutan fashion. Pemerintah daerah di kabupaten ujung timur Pulau Jawa yang pekan lalu baru menggelar Banyuwangi Batik Festival (BBF), kini juga serius mencetak regenerasi muda pelestari batik dengan membuka sekolah menengah kejuruan (SMK) batik di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Anggaran sebesar Rp 15 miliar digelontor untuk membangun SMK yang diproyeksikan sebagai pusat konsolidasi "nguri-nguri" warisan budaya using.

"Ini salah satu langkah daerah untuk merespon regenerasi pembudidaya batik yang semakin berkurang. Kita ingin batik Banyuwangi juga bisa memompa pertumbuhan ekonomi. Anggaran bangun SMK dari APBD provinsi Jatim Rp 15 miliar jadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pusat," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Selasa (13/10/2015).

Meski saat ini gedung SMK batik di Banyuwangi belum terbangun megah, lanjut Anas, proses pendidikan telah berjalan sejak ajaran baru Juni 2015 lalu. Dua ruang kelas SD di Desa Karangdoro dipinjam sementara sebagai ruang kelas SMK batik yang berjumlah 60 siswa.

Namun tak perlu khawatir, arsitek nasional Andra Matin telah menyiapkan green design dan lelang gedung SMK miliaran rupiah ini akan dilaksanakan tahun depan. Dan sekolah batik asal Solo, Yogyakarta dan Pekalongan digandeng Banyuwangi sebagai kiblat serta mentoringpendidikan kejuruan batik.

"Mengantisipasi respon masyarakat terhadap minat batik. Sekolah batik dari Solo, Yogyakarta dan Pekalongan kita gandeng, apalagi Pekalongan juga punya karakter kuat hampir sama yaitu pesisiran," pungkasnya. (Detik.com)

loading...

0 Response to "Pemkab Banyuwangi Buka SMK Batik"