Banyuwangi Buka Layanan Medical Chek Up Berbasis Online Untuk TKI


Banyuwangi buka layanan tes kesehatan bagi calon TKI.
Bupati Azwar Anas (foto : Detik.com)
Banyaknya kasus TKI ilegal, membuat Pemkab Banyuwangi berbenah. Salah satunya, menyiapkan layanan cek medis bagi calon TKI. Layanan medikal ini tak hanya berlaku bagi calon TKI asal Banyuwangi, namun seluruh daerah Jawa Timur dan Bali.

Sebab, sistemnya sudah terkoneksi secara online dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Jakarta. Layanan ini ditempatkan di RSUD Blambangan dan beroperasi sejak, Rabu (9/9/2016) pagi.

"Ini akan memudahkan calon TKI sebelum bekerja ke luar negeri. Selama ini mereka harus medikal di Surabaya atau Jakarta. Kini, mereka bisa cek kesehatan di RSUD Blambangan," kata Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas di sela peresmian layanan medikal check up calon TKI di RSUD Blambangan.

Layanan medikal ini bisa menjadi portal dokumen bagi Pemkab untuk mendata para TKI yang bekerja di berbagai negara. Jika seperti itu kata Anas akan merugikan calon TKI lantaran ditolak seteah tiba di negara tujuan. Biasanya, calon TKI cenderung memilih jasa medikal yang diarahkan perusahaan jasa pengerah TKI (PJTKI). Dengan adanya medikal di RSUD Blambangan, Anas memastikan tidak ada rekayasa rekam medis calon TKI.

"Ini juga melindungi para calon TKI, jangan sampai ada dokumen yang direkayasa. Bisa jadi kondisi tak sehat, dinyatakan sehat jika memakai jasa check up yang kurang kredibel. Kalau memang tak sehat, sejak awal dinyatakan tak sehat. Jadi, bisa kita obati," pungkasnya.

Sementara Kepala Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (LP3) TKI Surabaya Tjipto Utomo menegaskan layanan medikal check up di Banyuwangi ini yang pertama di Jawa Timur dengan menggandeng RSUD.

"Biasanya layanan medis swasta yang ditunjuk Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI. Kadang, berpotensi rekayasa medis," tegasnya.

Pihaknya berharap calon TKI Banyuwangi bisa memanfaatkan layanan check up ini sebelum berangkat. Apalagi, dokumennya terkoneksi langsung dengan pusat.

"Jadi, cukup meringankan calon TKI. Mereka tak harus ke Jakarta atau Surabaya," pungkasnya. Selama ini TKI Banyuwangi didominasi wanita dengan tujuan Taiwan, Hongkong, Singapura dan Malaysia.

Dengan adanya pelayanan tersebut, Pemkab Banyuwangi bisa mendata langsung para TKI yang bekerja di beberapa daerah, serta untuk menghindari rekayasa rekam medis calon TKI. "Jika di rekayasa kankasihan saat di negara tujuan mereka ditolak karena kondisi tidak sehat. Jika ditemukan ada penyakit bisa langsung diobati," kata Bupati.

Sementara itu, Taufik Hidayat, Direktur RSUD Blambangan mentargetkan dalam satu hari akan ada 50 calon TKI yang akan dilayani. "Tidak akan lebih dari satu hari hasilnya sudah akan keluar," ungkap Taufik.

Dalam pemeriksaan, pihak rumah sakit menyiapkan lima dokter yang akan siaga yaitu dokter spesialis penyakit dalam, psikologi serta dokter umum. "Nanti kami juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan sesuai dengan negara yang dituju," kata Taufik.

Detik.com, Kompas.com

loading...

0 Response to "Banyuwangi Buka Layanan Medical Chek Up Berbasis Online Untuk TKI"