Bank Sampah, Bukti Keseriusan Banyuwangi Mengelola Lingkungan Bersih


Bank Sampah Banyuwangi diresmikan.
Sampah menjadi masalah dimana-mana dan sering tanpa solusi yang jitu. Beda dengan Banyuwangi. Disini sampah dikelola secara serius dengan mendirikan Bank Sampah. Ini solusi cerdas Pemkab Banyuwangi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Di kantor Bank Sampah dan Inovasi Persampahan Banyuwangi yang terletak di area yang berada di bekas rumah dinas sekertaris daerah Kabupaten Banyuwangi tersebut, dilakukan aktivitas terkait manajemen persampahan mulai dari pendataan, penukaran sampah, pembuatan pupuk kompos hingga produksi ekonomi berbahan baku barang bekas.

Menurut Arief Setiawan, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Banyuwangi, Bank Sampah Banyuwangi sendiri sudah ada sejak April 2012, namun masih belum memiliki kantor sendiri. Dengan adanya kantor baru, maka aktivitas yang berkaitan dengan persampahan akan lebih efektif.

"Bank sampah memiliki tujuan awal untuk mewujudkan Banyuwangi yang bersih dan hijau, dengan mengusahakan sampah dapat dijadikan sesuatu yang memiliki nilai ekonomis melalui inovasi pengolahan sampah terpadu lewat 3R (Reuse, Recycle, Reduce). Di tempat ini kegiatan yang dilakukan mengolah sampah menjadi barang yang bermafaat, seperti tas dari bungkus deterjen, tempat tisu, dan sampah organik dijadikan pupuk kompos," kata Arief, Rabu (12/8/2015).

Di bank sampah ini terdapat beberapa fasilitas antara lain kantor pelayanan nasabah, tempat menukar sampah dengan uang, tempat memilah sampah baik organik maupun nonorganik. Selain itu, ada mesin pencacah, fasilitas kesehatan, pabrik pupuk organik/kompos, pabrik pupuk nonorganik, tempat pengolahan kerajinan sampah daur ulang atau 3R, dan tempat pembibitan.

Dalam sehari, bank sampah ini mampu menerima hingga 2 ton sampah nonorganik, sedangkan untuk sampah organik hingga 4 meter kubik yang bisa bisa diolah menjadi kompos.

Dari awal berdiri hingga saat ini bank sampah telah berkembang. Modalnya terus bertambah hingga Rp 300 juta dari modal awal Rp 3 juta. Petugas berhasil mencatat tabungan nasabah dari hasil penukaran antara Rp 500.000 sampai Rp 1 juta.

Nasabah bank sampah hingga saat ini telah mencapai 523 nasabah dari masyarakat dan dasawisma, dan 77 nasabah dari lembaga sekolah tingkat PAUD hingga SMA. Istimewanya, nasabah bank sampah juga bisa berobat gratis ke dokter yang menjadi mitra kerja pemerintah, yaitu dokter Bintari Wuryaningsih.

"Hanya dengan menujukkan buku tabungan bank sampah, nasabah bisa langsung periksa gratis ke dokter Bintari yang ada praktik di Jalan Agus Salim," pungkas Arief.
Kompas.com

loading...

0 Response to "Bank Sampah, Bukti Keseriusan Banyuwangi Mengelola Lingkungan Bersih"