Tour de Banyuwangi 2015, Balap Sepeda Terbaik Di Indonesia


Banyuwangi tour de Ijen 2015 balap sepeda terbaik di Indonesia
International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) mendapatkan predikat 'excellent' dari Union Cycliste Internationale (UCI). Hal ini menjadikan ITdBI sebagai kejuaraan balap sepeda terbaik di Indonesia.

Advisor UCI Jamaludin Mahmood menjelaskan, 'excellent level' merupakan penilaian UCI terhadap ITdBI pada tahun 2014 lalu. 'Excellent level' sendiri merupakan poin tinggi di kejuaraan balap sepeda internasional.Peringkat ini nilainya di atas 90 poin.

Jamaludin mengatakan bahwa kejuaraan balap macam ini di Asia sangat sulit untuk mendapatkan predikat tersebut.
"Dari 27 event balap sepeda di Asia di kelas 2.2, hanya ada dua event yang mendapat predikat excellent. Salah satunya Banyuwangi," katanya.

Pria asal Malaysia ini menjelaskan, ada beberapa penilaian yang diukur oleh UCI. Pertama, teknis pengelolaan lomba seperti hubungan antara organizer dan tim peserta serta organizer dan commisairre (wasit/penilai)."

Di sini UCI melihat bagaimana penyelenggara mampu membangun komunikasi dengan peserta dan tim penilai. Sehingga perlombaan bisa berjalan dengan rapi," kata Jamaludin.

Parameter kedua, dilihat bagaimana keamanan selama berlangsungnya perlombaan. Yakni terjaganya keamanan sepanjang jalur yang dilalui peserta dan koordinasi lintas aparat keamanan yang terlibat mulai dari Kepolisian, TNI, dan dinas terkait.

Ketiga, yang juga menjadi kriteria penilaian adalah promosi ajang balap sepeda internasional melalui media massa. "Tim UCI langsung memantau media di setiap akhir etape. Jadi langsung terpantau berapa banyak berita yang muncul. Semakin banyak semakin baik penilaiannya,” ujar Jamal.

Keempat, juga dilihat bagaimana event ini bisa membawa dampak positif bagi masyarakat, misalnya berputarnya perekonomian masyarakat saat event berlangsung, infrastruktur jalan yang semakin membaik dan menumbuhkan kebanggaan bagi warga.

PESERTA ITDBI

Dibanding penyelenggaraan tahun 2014 lalu, kompetisi antar pebalap di International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 diyakini bakal lebih kompetitif. Apalagi sejumlah tim kontinental akan turun dengan kekuatan terbaik.

Sebagai agenda rutin Union Cycliste Internationale (UCI), ajang balap sepeda profesional ini diikuti peserta dari 25 negara di seluruh dunia.

Di antaranya adalah Perancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Italia, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Tiongkok, Thailand, Selandia Baru, Rusia, Portugal, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

Tim continental yang akan berkompetisi di ajang ini adalah Tabriz Shadari Team (Iran), Matrix Powertag (Jepang), Singha Infinite Cycling Team (Thailand), NSC Sycling Team (Malaysia), Pegasus Continental Cycling (Indonesia), dan Team 7 Eleven Road Bike Philippines (Filipina).
Race Director ITdBI yang juga perwakilan UCI, Jamaludin Mahmood, menyebut sejumlah nama-nama jagoan, seperti Peter Pouly sebagai juara bertahan, Thomas Rabouw (Santic Racing Team), Andrea Palini (Skydive Dubai) dan Aiman Cahyadi (Pegasus).

Djamaluddin mengatakan, tahun ini para climber Iran tidak lagi mendominasi. "Mereka akan bersaing ketat dengan para pembalap Eropa dan Asia lainnya yang juga sudah menyiapkan jagoan KOM-nya (King of Mountain)," katanya.

RUTE BALAP ITDBI

Para pebalap sepeda dipastikan bertarung habis-habisan dalam International Tour de Banyuwangi Ijen, 6-9 Mei 2015, karena ada pemangkasan jarak rute.

Rute tanjakan ke Gunung Ijen yang dipangkas hanya 123,5 kilometer. Jadi, para pebalap sepeda akan bertarung dengan kecepatan tinggi dan kekuatan penuh.

"Ini beda dengan tahun lalu yang mengandalkan ketahanan karena rute yang panjang," terang Jamal. Pebalap akan mengeluarkan strategi masing-masing.

Namun kendati jarak dipangkas, pebalap sepeda masih harus menghadapi tanjakan terekstrem di Asia. Tanjakan di Banyuwangi berada di ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl), melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl.

ITdBI tahun ini menempuh empat etape dengan total panjang rute sejauh 555 kilometer. Rute ini ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi dan dipuncaki dengan berpacu mendaki Gunung Ijen, gunung berapi aktif yang terkenal di dunia dengan fenomena api biru alias "Blue Fire"-nya.

Pada etape pertama para pebalap akan menempuh jarak 169,4 kilometer dengan start dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Glenmore menuju Taman Blambangan Kota Banyuwangi.

Etape kedua para pebalap akan menempuh jarak 147,7 kilometer. Para rider ini akan melintasi jalanan di kawasan sisi Selatan dan Barat Banyuwangi. Rute ini diawali dari RTH Maron Kecamatan Genteng dan finish di Taman Blambangan.

Pada etape ketiga, para pebalap akan bertarung habis-habisan karena etape ketiga adalah etape ”neraka” dengan jarak 123,5 kilometer. Para pebalap di etape ini akan memulai balapan start di Kecamatan Muncar dan finish di Paltuding, kaki Gunung Ijen. Mereka di etape ketiga ini bakal ”disiksa” tanjakan Ijen yang luar biasa menantang.

Di lereng erek-erek Ijen, mereka akan beradu pancal dengan kemiringan mencapai 45'. Gunung Ijen sendiri memiliki ketinggian 2.799 mdpl.

Terakhir di etape empat, para pebalap akan kembali menempuh rute flat sepanjang 114,4 kilometer dengan rute dari RTH Kecamatan Wongsorejo dan finish di Taman Blambangan.

Beritajatim.com

loading...

0 Response to "Tour de Banyuwangi 2015, Balap Sepeda Terbaik Di Indonesia"