Bupati Azwar Anas, Tokoh Perubahan 2015


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas raih penghargaan Tokoh Perubahan Republika 2014.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berhasil menyabet penghargaan tokoh perubahan Republika 2014. Baginya penghargaan ini menjadi tanggung jawab untuk lebih memajukan Banyuwangi ke depannya.

"Perasaan saya senang sekaligus tanggung jawab berat ke depan karena bagian tokoh perubahan, kami harus konsisten menghadirkan terobosan baru agar ada perubahan masyarakat menjadi lebih baik," katanya di acara penganuegarahan Tokoh Perubahan 2014 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).

Ia mengatakan semakin termotivasi untuk mendorong kemajuan yang lebih baik lagi untuk wilayah di ujung timur pulau Jawa ini. Di bawah kepemimpinannya Banyuwangi menjadi wilayah yang mulai diperhitungkan dengan kemajuan perekonomiannya.

Ia berhasil menurunkan angka kemiskinan Banyuwangi dari 20,4 persen menjadi 9,6 persen. Hal ini patut diapresiasi seiring juga kemajuan pariwisata yang mulai diperhitungkan di Indonesia. Bupati ini juga ingin mengubah pandangan Banyuwangi sebagai daerah yang identik dengan santet dan ilmu hitam.


Anas tak menampik segala stigma buruk yang selama ini melekat pada Banyuwangi. Tapi berkat tangan dinginnya, Banyuwangi yang selama ini kerap hanya dijadikan sebagai daerah transit oleh para turis, saat ini sudah memiliki nilai tukar sendiri untuk para mereka penjaja alam dan kesejukan udara.

"Semula mungkin hanya jadi daerah transit. Tapi saat ini Banyuwangi menjadi kota ecowisata. Ini bukan hanya saja kerja saya. Tapi berkat gotong royong semua warga Banyuwangi," ujar Azwar saat pidato penghargaannya di Djakarta Theater, Kamis (30/4).

Dengan konsep ecowisatanya, Anas menawarkan wisata dengan konsep alam, kerja sama dengan para pengusaha kecil menengah yang kemudian bisa memberikan konsep wisata berbeda dari Banyuwangi.

Tak hanya itu, konsep wisata yang penuh nafas Islami juga menjadi salah satu unggulan Banyuwangi. Berkiblat pada konsep wisata di Malaysia dan mengolah nilai budaya Banyuwangi, Anas mengonsep Banyuwangi sebagai kota wisata ramah dan damai.

Mengambil konsep wisata lokal, Banyuwangi mampu menyabet pendapatan daerah menyamai kota wisata lainnya. Jika sebelumnya pendapatan daerah Banyuwangi hanya Rp 84 Miliiar. Saat ini pendapatan daerah bisa mencapai Rp 249 miliiar pada 2014.

Nilai pendapatan yang naik lebih dari 100 persen tersebut akhirnya bisa menekan angka kemiskinan yang semula mencapai 40 persen hanya tinggal 6 persen saja.

Anas memakai konsep peleburan dan kerja sama baik dari korporasi dan warga asli. Anas membuat sistem dengan mewajibkan warga asli dan perusahaan saling menopang untuk menjadikan Banyuwangi menjadi lebih baik.

Selain Anas, tokoh lain yang juga menerima penghargan adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin, Penggagas One Day One Juz (ODOJ) Bhayu Subrata dan Pratama Widodo, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Republika.co.id

loading...

0 Response to "Bupati Azwar Anas, Tokoh Perubahan 2015"