Banyuwangi Tawari Dokter Spesialis Insentif Rp 10 Juta


Banyuwangi beri insentif dokter spesialis.
Pemerintah Banyuwangi, Jawa Timur, memberikan tambahan insentif Rp 10 juta kepada dokter spesialis yang bersedia bekerja di daerahnya. Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Wiji Lestariono, mengatakan daerahnya masih kekurangan 14 dokter spesialis dan subspesialis untuk mendukung pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.

Menurut Wiji, Rumah Sakit Blambangan tahun ini membutuhkan 14 dokter spesialis dan subspesialis agar bisa meningkat dari tipe C ke tipe B. Namun, untuk merekrut dokter spesialis cukup sulit, karena mereka lebih memilih ke rumah sakit swasta. "Solusinya, kami menambah insentif kepada yang mau," kata dia, Kamis, 2 April 2015.

Selain menambah insentif, pemerintah Banyuwangi juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pemerintah Banyuwangi meminta agar Unair mau mengirimkan dokter spesialis yang baru lulus untuk bekerja di Banyuwangi.

Direktur Rumah Sakit Blambangan Taufiq Hidayat mengatakan tambahan insentif itu diambilkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Sebelum ada insentif, dokter spesialis hanya mendapatkan honor Rp 4 juta dari kas rumah sakit serta uang jasa pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan. "Besarnya jasa pelayanan itu tergantung jumlah pasien yang ditangani," katanya.

Menurut Taufiq, jumlah dokter spesialis di rumah sakitnya baru sebanyak 22 orang. Untuk bisa meningkat ke tipe B pihaknya membutuhkan 12 dokter spesialis dan dua dokter subspesialis tambahan.

Dokter spesialis yang kurang antara lain spesialis gigi tiga orang, spesialis anak dan subspesialis masing-masing dua orang. Selain itu, dokter spesialis bedah, kandungan, anestisi, dan radiologi masing-masing membutuhkan tambahan satu orang.

Tempo.co

loading...

0 Response to "Banyuwangi Tawari Dokter Spesialis Insentif Rp 10 Juta"