Banyuwangi Gelar Art Week Fasilitasi UMKM Kreatif


Banyuwangi Art Week 2015
Pemkab Banyuwangi menggelar "Banyuwangi Art Week", 28 Maret hingga 3 April mendatang untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) industri kreatif menampilkan berbagai hasil karyanya.

Pada acara di Taman Blambangan itu berbagai produk kreatif dipamerkan, mulai dari batik, produk logam berupa pisau dan keris, beragam suvenir, kerajinan tangan, ornamen dari bambu, kaligrafi, furniture, kaos kreatif, hingga aksesoris dari manik-manik maupun batu akik.

Berbagai produk yang dipamerkan itu mengundang perhatian masyarakat. Mereka terlihat antusias melihat dan memilih-milih barang yang dipamerkan di masing-masing stand. 

Sofia, salah satu pengunjung, mengaku sengaja datang bersama kedua buah hatinya untuk mengedukasi putranya tentang beragam potensi seni dan budaya Banyuwangi. 

"Di sini saya bisa melihat banyak kerajinan asli Banyuwangi. Ini bagus untuk mengajarkan kepada anak saya kekayaan daerah kelahirannya. Apalagi di sini juga ada stand yang mengajarkan teknik melukis batik tradisional," katanya.

Selain itu, lanjut Sofia, dia bisa membeli dan bebas memilih produk khas Banyuwangi tanpa harus jauh-jauh ke tempat produksinya, karena semuanya sudah ada di Taman Blambangan.

Para pelaku industri kreatif skala kecil-menengah juga antusias dengan penyelenggaraan Banyuwangi Art Week yang telah memasuki tahun kedua. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk buatannya kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini.

Bayu Wilie Pratama, perajin asal Desa Gintangan, Rogojampi, menuturkan lewat kegiatan semacam ini pihaknya bisa bertemu langsung dengan konsumen.

"Jika tertarik dengan produk kami, mereka bisa membeli di stan ini. Untuk permintaan barang yang besar dan dengan desain yang diinginkan konsumen, mereka bisa datang ke workshop kami. Kami membuka ruang diskusi bagi pengunjung yang ingin meng-order barang sesuai permintaannya. Baik melalui website atau datang langsung ke workshop," katanya.

Interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat tersebut direspons positif oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. 

"Inilah tujuan kami merangkul para pelaku usaha bidang kreatif. Selain mendongkrak ekonomi kreatif, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap budaya lokal," katanya.

Ditambahkan Bupati Anas, Banyuwangi Art Week tahun ini juga semakin semarak dengan adanya pentas atraksi seni dan budaya di malam hari, yaitu fashion on the street, yang menampilkan fashion show tentang UMKM, seperti batik, baju-baju modern yang akan diperagakan model-model lokal.

Panggung ini juga menyuguhkan talent penyanyi lokal untuk show dengan lagu-lagu Using, dangdut, ataupun pop. Sehingga masyarakat tak hanya puas berbelanja dan melihat stan-stan pameran, tetapi juga terhibur.

Saat ini UMKM termasuk penopang gerak ekonomi Banyuwangi. Jumlah sektor UMKM di Banyuwangi mencapai sekitar 296.000 unit dengan penyerapan tenaga kerja 501.379 orang. 
Kredit dari perbankan ke sektor UMKM Banyuwangi menembus angka Rp1 triliun. Karenanya sektor ini pun menjadi salah satu penyangga bagi gerak perekonomian di Bumi Blambangan.

Selain dorongan pembiayaan, fasilitasi berupa pendampingan dan promosi giat dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Secara berkala, ada pendamping dari dinas terkait melakukan pelatihan manajemen pemasaran, manajemen pemasaran, dan diversifikasi usaha.

Pendampingan pemasaran berbasis online juga dilakukan. Di Banyuwangi, ada komunitas penggiat teknologi informasi yang dilibatkan untuk melatih dan mendampingi UMKM yang ingin membangun pemasaran via online. 

Antarajatim.com

loading...

0 Response to "Banyuwangi Gelar Art Week Fasilitasi UMKM Kreatif"