2000 Anak Muda Banyuwangi Mendapat Pelatihan Internet Marketing


Pelatihan internet marketing oleh Pemkab Banyuwangi 2015.
Sekitar 2 ribu pemuda mengikuti pelatihan internet marketing yang diharapkan bisa membuka wawasan agar berani memulai usaha. Hal tersebut dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk memajukan perekonomian daerah.

Ribuan pemuda ini mengikuti pelatihan yang digelar di GOR Tawangalun. Mereka juga diajari cara memasarkan produk melalui media internet secara jitu oleh Tri Andre M dan praktisi internet marketing Cucuk Rustandi. Pelatihan ini juga diikuti ratusan peserta dengan gunakan fasilitas virtual meeting yang ada di empat titik kecamatan di Banyuwangi.

"Kita ingin mengubah mindset anak muda bahwa pekerjaan itu tidak harus selalu dicari tapi kita sendiri pun bisa menciptakan. Apalagi dengan fenomena media sosial yang sedang ngetrend di anak muda bisa dimanfaatkan sebagai media pemasaran yang efektif," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya Pembukaan program penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan pemuda melalui pelatihan internet marketing, Minggu (5/4/2015).

Anas menambahkan, pelatihan internet marketing ini juga sebagai salah satu cara untuk menjawab masalah ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah. Sebab ketersediaan lapangan kerja diakui belum sebanding dengan jumlah lulusan sarjana yang membutuhkan pekerjaan setiap tahunnya.

"Survei LSI ketersediaan lapangan kerja di Banyuwangi masih di bawah 50 persen, dengan internet marketing ini kita berharap bisa pacu pemuda untuk membuka lapangan kerja bagi 5 orang, maka kalau ada seratus pemuda sudah 500 orang yang mendapat pekerjaan. Cara-cara seperti ini akan terus kita dorong," harap Anas.

Alasan lain berwirausaha melalui dunia maya, kata Anas juga berdasarkan riset Brand & Marketing Research (BMI) pada 2014, rata-rata pengeluaran belanja online dalam setahun setiap orang Indonesia mencapai Rp 825.000. Tahun 2014 nilai transaksi belanja online Rp 21 triliun yang diprediksi naik dua kali lipat hingga hampir Rp 50 triliun.

"Pasar utama e-commerce adalah kelas menengah. Patokan Bank Dunia, kelas menengah yang mengeluarkan dana konsumtif Rp 60 ribu-300 ribu sehari ada 44 juta orang, yang mengeluarkan Rp30 ribu-60 ribu sehari ada 107 juta orang. Ini pasar yang besar," ungkap dia.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olehraga Wawan Yadmadi, peserta yang bisa mengikuti kegiatan ini adalah pemuda berusia 16-30 tahun. Dan dalam 1 tahun ini sedikitnya ada 200 pelatihan bagi pemuda yang tersebar dari desa ke desa.

"Ada satu syarat yang wajib dipenuhi untuk mengiikuti acara ini, yaitu peserta harus membawa laptop untuk melakuan praktek langsung cara memasarkan produk lewat internet. Jadi kita tidak hanya memberi teori tapi praktek langsung cara pemasaran online," pungkas Wawan.

Detik.com

loading...

0 Response to "2000 Anak Muda Banyuwangi Mendapat Pelatihan Internet Marketing"