Buah Naga Organik Banyuwangi Tembus Pasar Nasional


Buah naga organik di Banyuwangi.
Buah naga organik dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menembus pasar nasional dan memasok jaringan ritel besar di Jakarta dan sejumlah pasar di Pulau Jawa, bahkan mulai merambah Kalimantan dan Makasar.

Salah satu Kelompok Tani Berkah Naga di Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Masrifah mengatakan, kelompok taninya berhasil menembus jaringan ritel Carefour di Jakarta dan memasok sejumlah pasar buah di Surabaya.
"Setiap hari buah naga yang kami kirim minimal 4 ton ke beberapa pasar buah di Surabaya dan Jakarta," tuturnya di Banyuwangi, Senin (19/1).

Ia mengaku sudah enam tahun ini menanam buah naga dengan memakai pupuk kandang, bahkan telah mengantongi Sertifikasi Prima 3 dari otoritas kompeten keamanan pangan daerah Dinas Pertanian Jawa Timur sebagai produk pangan yang aman dikonsumsi.

Buah naga organik milik petani Desa Sambirejo tersebut banyak dicari dan hasil panennya dikirim ke sejumlah pasar modern seperti Ramayana, rumah buah Hoky, dan pasar induk Agrobis Puspa Agro untuk kualitas super, sedangkan buah ukuran kecil dikirim ke pasar-pasar tradisional Surabaya.

Meski tidak begitu luas, hasil buah naga yang dikelola Masrifah memang sangat menjanjikan dan dari lahan hanya setengah hektare mampu menghasilkan sebanyak 13 ton per tahun. Biasanya ia memetik buah naga satu minggu tiga kali dan hasilnya dijual rata-rata Rp8.000 per kilogram.

"Setahun, pendapatan saya bisa mencapai Rp104 juta dengan lahan setengah ha dan pengeluaran terbesar untuk pembelian pupuk organik yang setahunnya mencapai Rp12 juta," katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya terus mendorong petani buah naga di Banyuwangi mulai menggunakan pupuk organik karena tingginya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan organik.

"Kami terus support, agar petani memperluas pola tanam organik di sini. Dinas Pertanian sering melakukan temu usaha antara petani dan eksportir, agar petani memahami produk-produk apa saja yang laku di pasaran. Bukan hanya buah naga yang kami dorong organik, jeruk dan semangka pun juga sama," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, pemkab juga telah membangun "packing house" (bangsal kemas) untuk petani buah naga karena selama ini petani tidak memiliki tempat khusus untuk menyimpan hasil panen, maka kami dirikan packing house di Bangorejo.
"Yang kami bantu tidak hanya petani buah naga, tetapi juga untuk jeruk, semangka yang memang potensinya besar di sini," katanya.

Produksi buah naga di Banyuwangi pada 2014 mencapai 28.819 ton dengan luas lahan 1.152 ha dan produksi itu meningkat dibandingkan tahun 2013 sebanyak 16.631 ton dengan luas lahan 678 ha.

Bangorejo sendiri menyumbang 39 persen dari total produksi buah naga di Banyuwangi atau setara 11.000 ribu ton per ha dengan luas lahan mencapai 449 ha.
"Potensi buah naga yang dimiliki Bangorejo akan kita sinergikan dengan program ekowisata yang tengah digalakkan pemkab dengan menghubungkan operator travel dengan petani buah naga. Misalnya, setelah dari Pulau Merah, wisatawan dapat dibawa ke sini untuk memetik langsung buah naga dan makan di sini, apalagi buah naga itu tidak mengenal musim," papar Anas.

Beritasatu.com

loading...

0 Response to "Buah Naga Organik Banyuwangi Tembus Pasar Nasional"