Menteri Pariwisata Puji Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival


Banyuwangi Ethno Carnival 2014.
Pagelaran budaya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 4 dengan tema 'The Mistic Dance of Seblang Banyuwangi', berlangsung meriah. Acara yang  dibuka Menteri Pariwisata, Arif yahya ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan melibatkan lebih dari  20 ribu penari. Puluhan ribu masyarakat setempat dan pengunjung berpakaian serba hitam tumpah di jalan-jalan utama kota menyaksikan para penari cantik berpakaian etnik Banyuwangi yang berwarna-warni. 

Acara BEC diawali dengan ‎kelompok musik drumband milik Pemkab Banyuwangi, dan dilanjutkan Masterpiece BEC 4 2014.

Di Masterpiece BEC 2014, terdapat performance sebanyak 300 gandrung dan peserta karnaval dengan kostum terpanjang. ‎Dengan menggunakan sayap, peserta karnaval ini juga menggunakan gaun sepanjang 300 meter. Bersama dua orang pengawal, gaun panjang itu kemudian dibawa oleh 300 gandrung dan berjalan di depan para undangan.

Kemudian, dilanjutkan dengan penampilan peserta BEC 4 2014. Sebanyak 200 peserta, mereka turut serta memamerkan konstum yang dirancang khusus di ajang ini.

"The Mystic Dance of Seblang" terbagi atas tiga subtema, yaitu Seblang Olehsari yang identik dengan warna hijau, Seblang Bakungan yang identik dengan warna merah, dan Porobungkil atau hasil bumi.

Pada Seblang Olehsari, kepala para penari dihiasi daun pelepah pisang hingga menutup sebagian wajah. Pada Seblang Bakungan, pakaian warna merah menutup kepala dan sebagian wajah penari yang menenteng keris. Sedang pada Porobungkil, hasil bumi dikemas dalam pakaian modern.

Tahun ini, Banyuwangi menggelar sekitar 23 event budaya untuk menarik wisatawan dan mendongkrak pendapatan masyarakat.

"Banyuwangi memiliki basis kuat di bidang pertanian. Tapi, kami juga sedang mengembangkan pariwisata," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Saat daerah lain ingin menampilkan budaya asing, Banyuwangi ingin menampilkan budaya lokal. Inilah bedanya BEC dengan karnaval lainnya. Kita ingin terus menjaga budaya lokal dan mengangkatnya ke kancah dunia," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat sambutan selamat datang di depan para undangan, Sabtu (22/11/2014).

Selain itu, tambah Anas, kegiatan ini merupakan rangkaian Banyuwangi Festival yang digelar hampir selama setahun. Ini merupakan ikhtiar bagi Pemkab Banyuwangi untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Banyuwangi.

"Ini ikhtiar kita memajukan pariwisata dan budaya Banyuwangi dengan tema sport and tourims," pungkasnya.

‎Selain kedatangan Menteri Pariwisata, Arif Yahya yang membuka pagelaran BEC 4, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa juga hadir di event tahunan ini. Selain itu, terlihat juga beberapa artis ibukota, juga hadir dan melihat langsung BEC 4. Diantaranya, Abdee Slank, Yati Octavia dan Pangky Suwito.

Sementara itu Dubes AS untuk Indonesia, Robert O Blake yang sejak Rabu (19/11) berada di Banyuwangi untuk merayakan Thanksgiving bersama masyarakat Banyuwangi, juga ikut menyaksikan karnaval BEC.

"Saya senang melihat Banyuwangi, keindahan alam, budaya, dan terutama keramahtamahan masyarakatnya," ujar Blake.

Beberapa hari berada di Banyuwangi, ia mengakui dirinya melihat langsung kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

"Saya sudah mendengar cerita tentang pemimpin daerah yang hebat, di antaranya bupati Banyuwangi. Dalam dua hari di sini saya merasakan sendiri ketokohan bupati Banyuwangi," ungkap Blake.

Tak hanya Blake, Menteri Pariwisata, Arif Yahya, juga mengaku takjub dengan ide Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang menggelar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) untuk menarik wisatawan datang ke daerah. Sebab saat ini sebanyak Rp 360 triliun peredaran uang di Indonesia di sektor pariwisata.

"Berapa besar yang bisa didapat Banyuwangi? Saya yakin bisa meraup beberapa persen keuntungan jika bisa mempertahankan," ujar Menteri Pariwisata, Arif Yahya dalam sambutannya saat membuka Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ke 4, Sabtu (22/11/2014).

Selain itu, kata pria yang asli kelahiran Banyuwangi ini, ada beberapa saran penting yang harus dilakukan Pemkab Banyuwangi agar bisa menjual budaya dan pariwisatanya lebih luas. Menurutnya, pemkab Banyuwangi harus terus ‎mempromosikan melalui event dan promosi media.

"Harus tetap berlanjut dan promosi media lebih digencarkan, agar wisatawan bisa membaca kemudian datang ke Banyuwangi," tandasnya.

Tahun ini wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Banyuwangi mencapai 20.000, naik dari 4.000 tahun sebelumnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata di Banyuwangi menjanjikan.

"Tapi, sebagai menteri baru, saya masih memasukkan Banyuwangi sebagai bagian dari Bali sebagai gateway utama," ujar putra Banyuwangi itu.

Wisman yang datang ke Indonesia tahun ini, kata Arief sekitar 9,5 juta. Presiden Jokowi menginstruksikan Menteri Pariwsita untuk meningkatkan wisman menjadi 20 juta.

Saat ini, gateway wisman di Indonesia masih didominasi tiga besar, yakni Bali 40%, Jakarta 30%, dan Batam 25%. "Ketiga destinasi ini sudah punya brand. Nanti pelan-pelan kita naikkan brand Banyuwangi," ujar Arief. 

Detik.com, Beritasatu.com




loading...

0 Response to "Menteri Pariwisata Puji Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival"