Produktivitas Kedelai Banyuwangi Tertinggi di indonesia


Produksi kedelai Banyuwangi paling tinggi di Indonesia
Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, sektor pertanian tak lantas diabaikan. Selain dikenal sebagai lumbung padi, kabupaten terluas di Jawa Timur ini juga dikenal sebagai salah satu basis penghasil kedelai.

"Produktivitas kedelai di Banyuwangi ini termasuk yang tertinggi di Indonesia. Ini berkat para petani kedelai punya jasa besar karena kedelai lokal ini bisa menjadi substitusi impor, sehingga impor kedelai nasional tidak semakin bertambah besar," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat berdialog dengan petani kedelai di Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Selasa (23/9/2014).

Luas lahan kedelai di Banyuwangi mencapai 34.021 hektar. Pada 2013, produksi kedelainya mencapai 67.441 ton, tumbuh sekitar 15 persen dibanding 2012 sebesar 58.648 ton. Banyuwangi menyumbang lebih dari 24 persen terhadap total produksi kedelai di Jatim.

"Alhamdulillah produktivitas kedelai di Banyuwangi selalu naik. Dulu 2010 hanya 17,57 kuintal per hektar, tahun 2013 sudah 19,82, sekarang hingga Juli tahun ini sudah mencapai 20,16 kuintal per hektar," jelas Anas.

Anas menambahkan, Pemkab Banyuwangi melakukan pendampingan kepada petani untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian. Pendampingan ini berlaku untuk semua jenis tanaman, baik tanaman pangan seperti padi dan kedelai maupun tanaman hortikultura seperti sayur dan buah.

"Paradigma penyuluh pertanian perlahan diganti, tidak lagi hanya mencangkokkan teori hasil kuliahnya ke petani atau bersifat top down, tapi lebih ke menyerap problem petani atau bottom up. Karena kan problem petani beda, beda orang beda lahan beda problemnya tentu saja," ujarnya.

Penggunaan varietas unggul juga dilakukan untuk meningkatkan kinerja produktivitas lahan. Varietas kedelai unggul ini penting karena bisa mengompensasi ancaman penurunan luasan lahan.

Terkait harga yang fluktuatif, Anas berharap ada jalan tengah. Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat mengendalikan tata niaga dengan baik, terutama pengendalian kedelai impor.

"Yang menjadi PR kita sekarang ialah tata niaga harga dan sirkulasi kedelai di pasar lokal. Bagaimanapun kita juga harus melindungi pasar lokal tanpa harus mengabaikan industri hulu dan hilir yang memanfaatkan bahan baku kedelai," tandasnya.

Produktivitas lahan kedelai di Banyuwangi mencapai 19,82 kuintal per hektar pada 2013. Angka produktivitas kedelai di Banyuwangi itu jauh lebih tinggi dibanding rata-rata produktivitas kedelai secara nasional sebesar 14,16 kuintal per hektar atau di Jatim 15,64 ton per hektar.

Detik.com

loading...

0 Response to "Produktivitas Kedelai Banyuwangi Tertinggi di indonesia"