Pengrajin Kopiah Haji Banyuwangi Banjir Pesanan


Pengrajin kopiah haji di Desa Jambewangi, Banyuwangi.
Musim haji membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin kopiah. Sejak bulan Ramadan hingga memasuki musim haji, kesibukan dirasakan oleh pengrajin kopiah rumahan di Desa Jambewangi, Banyuwangi.

Meskipun dikerjakan menggunakan peralatan tradisional, namun kopiah produksi Jambewangi ini tidak kalah dengan kopiah produksi pabrikan.
Agar bisa memenuhi pesanan yang datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jakarta, mereka rela kerja lembur siang dan malam. Bahkan mereka harus memekerjakan sejumlah ibu rumah tangga yang bisa menjahit dengan sistem kerja borongan.

Jika dibanding dengan hari biasa, pesanan kopiah haji meningkat signifikan yaitu mencapai 50 persen. Bahkan saat ini pesanan dari Jakarta hanya bisa terpenuhi 50 persen dikarenakan keterbatasan tenaga. Sebab pada akhir bulan haji ini, pesanan dari sejumlah grosir di Jawa Timur harus sudah terpenuhi.

Proses pembuatanya kopiah sangat sederhana. Kain putih dan plastik yang sudah dipotong sesuai ukuran dijahit hingga membentuk kopiah. Setelah jadi kopiah disetrika untuk menyatukan plastik dan kain. Usai disetrika proses selanjutnya finishing, yaitu memilih kopiah yang layak dijual kepasaran.
Harga kopiah bervariasi, tergantung dari kualitas bahan yang digunakan, mulai Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per kodi. Sejak bulan Ramadan hingga musim haji,kali ini omzetnya mencapai Rp 40 juta sampai Rp 50 juta sebulan. Padahal jika hari biasa hanya sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta belum termasuk ongkos tenaga kerja.

Liputan6.com

loading...

0 Response to "Pengrajin Kopiah Haji Banyuwangi Banjir Pesanan"