Fadel Muhammad : Kunci Birokrasi Adalah Inovasi


Fadel Muhammad memotivasi PNS Banyuwangi.
Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad memberi suntikan ilmu dan motivasi ke birokrasi di lingkungan Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur. Fadel, yang juga anggota DPR terpilih 2014-2014, berbagi konsep dan praktik inovasi birokrasi, terutama saat menjadi Gubernur Gorontalo 2001-2009.

Fadel memaparkan pemikiran-pemikiran dalam bukunya, "Reinventing Local Government: Pengalaman dari Daerah". Buku Fadel tersebut kerap menjadi rujukan studi kebijakan publik di kampus-kampus.

"Kunci birokrasi adalah inovasi. Itu syarat utama agar bisa mengoptimalkan layanan. Jika birokrasi masih minim inovasi, kaku, dan bertele-tele, itu model lama yang harus ditinggalkan," ujar Fadel di hadapan sejumlah perwakilan pegawai negeri sipil (PNS) di Banyuwangi, Rabu (20/8/2014).

Fadel lantas memaparkan perubahan paradigma birokrasi dari model lama ke manajemen publik baru (new public management), lalu bertransformasi ke new public services. Dalam konsep baru tersebut, birokrasi harus mampu membuat terobosan dan mendobrak hal-hal lama yang bisa mempersulit layanan ke masyarakat.

Birokrasi, kata Fadel, mesti mempunyai jiwa kewirausahaan. Jiwa kewirausahaan adalah semangat untuk mampu memberi layanan terbaik dalam situasi apa pun. "Seperti pengusaha yang memberi layanan terbaik ke konsumennya, birokrasi juga mesti beri yang terbaik ke masyarakat. Indikatornya adalah kepuasan publik," tutur Fadel.

Fadel sendiri mengaku kagum dengan kemajuan-kemajuan yang diraih Banyuwangi dalam empat tahun terakhir. Dikatakan Fadel, Banyuwangi telah menerapkan apa yang menjadi syarat kemajuan suatu daerah, yaitu inovasi, mengoptimalkan jaringan alias networking, dan punya terobosan agar muncul kepercayaan dari rakyat.

Fadel sendiri berkunjung ke Banyuwangi untuk melihat sejumlah kemajuan di daerah berjuluk "The Sunrise of Java" tersebut. Dia bertemu sejumlah pihak untuk berdialog dan mencari masukan sekaligus bekal bagi Fadel saat resmi menjadi anggota DPR baru nanti.

"Saya kan habis ini dilantik jadi anggota legislatif. Saya sudah pesan ke partai saya bahwa saya harus masuk ke komisi yang membidangi ekonomi yang memang menjadi concern saya. Kedatangan saya salah satunya ke sini untuk mengetahui dari dekat potensi dan kemajuan yang telah diraih. Ini bekal bagi saya untuk ikut mendorong kemajuan daerah timur Pulau Jawa saat resmi jadi anggota DPR nanti," kata Fadel.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan perwakilan PNS untuk berdialog dengan Fadel. "Ibaratnya ini recharge biar birokrasi di Banyuwangi bisa terus meningkatkan kinerjanya," kata bupati berusia 41 tahun ini.

Menurut Anas, birokrasi harus selalu disegarkan paradigmanya agar bisa terus terpacu menggapai kinerja optimal. "Di Banyuwangi, kami sudah terapkan tunjangan kinerja. Yang kerja keras dapat tunjangan. Jadi tidak seperti dulu, antara yang kerja dan yang tidak kerja tidak ada pembeda signifikan dalam tunjangan. Ini untuk memacu PNS," ujarnya.

Reformasi birokrasi di Banyuwangi juga dilakukan sejak fase perekrutan di mana syarat-syarat diperketat. Seperti indeks prestasi kumulatif (IPK) yang dinaikkan menjadi minimal 3,5 untuk masuk mendaftar menjadi PNS.

"Kami juga mendorong agar birokrasi inovatif. Misalnya menjalin kemitraan dengan swasta dan BUMN untuk membangun daerah, karena jika mengandalkan APBD saja jelas tidak cukup," kata dia.

Detik.com



loading...

0 Response to "Fadel Muhammad : Kunci Birokrasi Adalah Inovasi"