Ritual Warga Desa Adat Kemiren Selamatan dengan Bersedekah Lebaran


Takbir berkumandang di desa adat kampung using Kemiren, kecamatan Glagah, Banyuwangi. Seiring waktu berbuka puasa, masyarakat Kemiren menggelar ritual selamatan sedekah lebaran. ‎ 

Ritual ini digelar secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 sampai 10 orang. Mereka bergiliran menggelar selamatan dan makan bersama di rumah masing-masing anggota kelompok tersebut.

"Masing-masing rumah menggelar sedekah lebaran, dan harus makan di tiap rumah yang menggelar sedekah," ujar Adi Purwadi (50) tokoh masyarakat Kemiren, Minggu (2‎7/7/2014).

Sedekah lebaran, kata pria yang biasa dipanggil Kang Pur ini, ‎adalah selamatan kemenangan bagi masyarakat setelah melaksanakan puasa ramadhan sebulan penuh. Selain itu, kegiatan ini digelar untuk untuk mendoakan leluhur dari warga Kemiren.

"Kemenangan ini agar dirasakan oleh leluhur kita yang sudah tiada. Ini tradisi dan kita terus pertahankan," ujarnya.

Sajian makanan bermacam-macam, mulai dari makanan khas Kemiren, hingga masakan khas lebaran pun disajikan untuk ritual tersebut. "Mulai dari uyah asem, kalak dan masakan khas using. Kalau kupat lebaran pasti ada dengan opor ayam," tandasnya.

Tidak jarang‎ warga Kemiren mengundang temannya untuk ikut dalam sedekah lebaran. Terkadang warga Kemiren menggoda temannya dengan mengharuskan makan hidangan di setiap rumah yang dikunjungi.

"Saya bilang ke temen saya untuk makan dan harus dihabiskan. Mereka tidak sanggup," kelakar Haidy BS, warga Kemiren.

Detik.com

1 Response to "Ritual Warga Desa Adat Kemiren Selamatan dengan Bersedekah Lebaran"

  1. Wah, artikelnya bagus. Bermanfaat banget nih buat Aku.
    Lumaya lah nambah pengetahuan.
    Sambil baca, Aku ikut promosi ya.

    Yuk yang suka taruhan bola, gabung di 7meter.
    Layanan taruhan bola yang profesional.
    Hanya ada di Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete