Posyandu, Ujung Tombak Pembangunan Banyuwangi


Bupati Azwar Anas bertemu dengan kader Posyandu Banyuwangi.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadikan Posyandu sebagai ujung tombak pembangunan. Posyandu dianggap memiliki peran strategis untuk menciptakan generasi unggul sebagai penggerak pembangunan di masa depan. Tahun ini, Pemkab Banyuwangi telah menyerahkan bantuan operasional kepada 12.000 kader Posyandu senilai Rp 2,37 miliar.
"Selama ini ada kesan perempuan, ibu-ibu kader Posyandu hanya jadi pintu belakang pembangunan. Nah ini kami jadikan ujung tombak, jadi avangarde pembangunan. Mendorong peran perempuan juga merupakan ikhtiar untuk menghilangkan bias gender dalam pembangunan," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Rabu (23/7).
Lebih lanjut Anas mengatakan, menciptakan generasi emas kuncinya adalah kualitas SDM yang harus dibentuk sejak usia golden age yakni usia 0-5 tahun. Di sinilah Posyandu berperan menjadi instrumen yang mendampingi para orang tua dalam pola pengasuhan anak dan berkontribusi memberikan tambahan asupan gizi yang seimbang baik bagi anak maupu ibu hamil.
Peranan Posyandu yang strategis dalam menciptakan SDM berkualitas sejak dini, perlu ditindak lanjuti dengan penguatan terhadap lembaga tersebut. Salah satunya dengan melakukan revitalisasi.
"Posyandu instrumennya sudah baik, hanya perlu dimantapkan lagi. Misalnya ada standarisasi pelayanan posyandu dan peningkatan wawasan para kader posyandu secara kontinyu,” kata Anas.
Tidak hanya itu saja, lanjut Bupati, Posyandu akan menjadi model baru bagi pembangunan partisipatif berbasis perempuan di Banyuwangi. "Kalau gerakan perempuan partisipasinya didorong secara optimal maka tingkat pencapaian pembangunan akan lebih baik, karena terbukti perempuan memiliki peran besar dalam semua bidang kehidupan," ujar Bupati.
Dia menambahkan, Posyandu tidak hanya akan menjalankan fungsi kontrol kesehatan, namun juga sebagai pusat ekonomi. Posyandu bakal jadi titik simpul ekonomi perempuan, dalam skala kecil yang didampingi sehingga bisa menjadi usaha menengah dan besar. Misalnya produksi barang dari limbah rumah tangga, kerajinan, dan lain-lain. "Ini akan jadi virus ekonomi yang menyebar ke semua kalangan, berangkat dari ibu-ibu di Posyandu," tuturnya.
Posyandu, lanjut Anas, juga akan dioptimalkan fungsinya untuk sosialisasi program pembangunan.
Selain menguatkan peran Posyandu, Pemkab Banyuwangi juga telah menyiapkan instrumen pendidikan berkualitas untuk membentuk SDM yang unggul. Di antaranya pendirian Politeknik Negeri Banyuwangi serta Universitas Airlangga di Banyuwangi. Pemkab juga menyediakan kemudahan akses pendidikan melalui pemberian beasiswa Banyuwangi Cerdas, beasiswa bagi penyandang disabilitas, serta beasiswa bagi anak yatim berprestasi.
Beritasatu.com

loading...

0 Response to "Posyandu, Ujung Tombak Pembangunan Banyuwangi"