Palangkaraya Belajar Renegosiasi Kontrak Tambang Ke Banyuwangi


Keberhasilan Banyuwangi dalam renegosiasi kontrak pengelolaan tambang emas Tumpang Pitu yang berimbas pada pemberian golden share 10%, membuat kabupaten/kota lain ingin mencontoh kabupaten yang berjuluk \"Sunrise of Java\" ini. Salah satunya Kota Palangkaraya yang memiliki potensi sumber daya mineral dan minyak bumi.

\"Saya lihat Banyuwangi berhasil membuat kesepakatan dengan pemegang kuasa eksplorasi tambang emas dan mendapatkan golden share 10 persen. Ini yang akan kita terapkan juga di Palangkaraya untuk regulasi tambang,\" kata Walikota Palangkara, HM Riban Satia, Senin (9/6/2014).

Selama ini, kata Walikota Riban, regulasi eksplorasi sumber daya alam di daerahnya masih belum menguntungkan daerah. Untuk itu dirinya ingin menimba jurus jitu Banyuwangi yang berhasil mendapatkan Golden share 10%.

\"Ini yang pertama kali di Indonesia. Dan Banyuwangi satu-satunya kabupaten yang mampu mendapat saham 10 persen,\" kata Walikota Riban.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik kota Palangkaraya menimba ilmu di Banyuwangi terkait dengan golden share tambang.

\"Pemkab telah berhasil merevisi isi perjanjian hibah saham menjadi hibah saham non-dilusi Sejak awal kita komitmen tambang harus bermanfaat untuk rakyat,\" ujar Bupati Anas

Menurut Bupati Anas, pengelolaan sektor tambang di Indonesia belum berpihak kepada masyarakat tingkat lokal. Royalti tambang yang diberikan sangat rendah, sehingga dampak tambang bagi kesejahteraan rakyat sangat minim.

Banyuwangi pun merintis usaha untuk mendapatkan golden share. Bupati Anas meminta masukan dari sejumlah lembaga penasihat keuangan dan ahli hukum pertambangan. Konsultasi dilakukan rutin dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

\"Golden share ini perjuangan kita, bahkan Kementerian Keuangan bilang ini jadi benchmark baru bagi sektor pertambangan nasional,\" tandasnya.

Detik.com

loading...

0 Response to "Palangkaraya Belajar Renegosiasi Kontrak Tambang Ke Banyuwangi"