Bupati Anas Minta Masukan Warga Lewat Dialog Terbuka


Pemkab Banyuwangi rutin menggelar acara dialog "Rakyat Bertanya, Bupati Menjawab" dengan warga Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan dialog terbuka dengan ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai guru, pengemudi becak, mahasiswa, pelajar, hingga pelaku usaha jasa pariwisata di Pendopo Pemkab, Jumat, 20/6/2014. Mereka memenuhi hall rumah dinas atas undangan bupati untuk menyampaikan aspirasi dan usulan kepada orang nomor satu di Banyuwangi tersebut.

"Dialog terbuka seperti ini adalah bagian dari proses penyusunan kebijakan publik. Kami menemukan dan mengenali masalah untuk langsung cari solusinya, baik solusi jangka pendek maupun jangka panjang melalui kebijakan strategis," ujar bupati Anas yang didampingi Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko.

Anas mengatakan, pendopo kabupaten yang semula dipagari, kini telah dikepras dan dipercantik dengan tanaman hijau. "Kami tidak ingin berjarak, karena pendopo ini kan simbol kepemimpinan. Jadi, masyarakat bisa melihat ke dalam pendopo, karena sudah tidak ada pagar. Di pendopo ini pula kami akan rutin gelar dialog, paling tidak seminggu sekali," jelas Anas.

Acara yang bertajuk "Rakyat Bertanya, Bupati Menjawab" ini, kata Anas, selain menyerap aspirasi, juga silaturrahmi bupati dengan masyarakatnya.

"Ini agar tidak ada batasan antara masyarakat dengan pimpinannya. Kita ingin terbuka dengan rakyat. Kesempatan ini juga dilakukan untuk sosialisasi program yang sudah dijalankan pemerintah," tandas pria yang memiliki segudang prestasi ini.

Salah satu anggota masyarakat Banyuwangi, Sunoto Bahtiar mengaku kegiatan ini sangat ditunggu. Sebab banyak pertanyaan yang ingin disampaikan ke bupati. Jarang menurutnya bisa bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi Banyuwangi tersebut.

"Ini momentum yang jarang dilakukan seorang pemimpin. Berarti ini keterbukaan pimpinan terhadap rakyatnya," ujar pria berbadan tambun ini.

Acara dialog antara bupati dengan masyarakatnya itu berlangsung gayeng. Banyak usulan dan kritik kepada pemerintah yang perlu segera ditindak lanjut.


Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan aspirasinya kepada bupati dan wabup. Koordinator Becak Wisata Banyuwangi, Suharyanto, mengatakan para pegiat becak wisata menginginkan ada seragam yang bisa menjadi identitas sekaligus untuk menarik perhatian wisatawan. "Alangkah baiknya becak dan seragamnya bisa difasilitasi Pemkab Banyuwangi," ujarnya.

Bupati Anas langsung menyetujui usul tersebut. "Anggarannya sudah disiapkan. Desain seragamnya dibikin khas, jadi unik," ujarnya.

Warga lain, Suhardi, mengeluhkan penataan PKL di Jalan MT Haryono dan Jalan Kolonel Sugiono yang menempati trotoar jalan, sehingga para pejalan kaki terpaksa harus berjalan kaki melewati badan jalan. "Ini membahayakan. Selain itu, kalau bisa honor Ketua RT dinaikkan, karena saya sebagai ketua RT mendapat tambahan tugas mendata kependudukan," ujarnya.

Mengenai keluhan ini, Anas juga langsung menginstruksikan kepada dinas terkait dan camat untuk berkoordinasi kembali dengan para PKL soal penataan yang lebih baik, termasuk mengkaji pengaturan jam berjualan. "Untuk honor RT, akan dihitung lagi dalam APBD. Kami upayakan ada perbaikan," jelasnya.

Sementara itu Ketua RW 01 Sidopekso, Andi Supriyadi, mengusulkan agar kantor Kelurahan Temenggungan bisa diperluas, karena ruang pelayanannya terlalu sempit sehingga mengakibatkan pelayanan "one stop service" tidak maksimal.

Adapun seniman Subari menginformasikan bahwa jalan di Kampung Melayu akan dilakukan pavingisasi dengan biaya warga Kampung Melayu.

Abdullah Azwar Anas mengapresiasi dan menilai swadaya warga itu patut menjadi contoh untuk yang lainnya. "Kemandirian dari masyarakat sangat dibutuhkan. Pemkab sendiri akan melakukan pavingisasi untuk jalan-jalan desa," ujarnya.

Dari wakil pelajar, Fatahilah dari SMAN 1 Banyuwangi, meminta landasan Bandara Blimbingsari Banyuwangi bisa diperpanjang agar pesawat berbadan lebih besar bisa mendarat. Selain itu, ia juga berharap ada fakultas kedokteran yang dibuka di Banyuwangi.

Anas menjelaskan bandara akan dikembangkan secara bertahap dan untuk tahun ini, terminal yang akan diubah menjadi lebih berkonsep green. "Setelah semakin banyak pengunjung, bandara akan diperpanjang landasannya menjadi 2.250 meter. Tahun lalu bandara Banyuwangi melayani 44.000 penumpang. Saya yakin tahun ini dan tahun-tahun mendatang bakal makin besar," ujarnya.

"Khusus untuk fakultas kedokteran, tentu bertahap. Setelah ada Unair di Banyuwangi, semoga ke depan bisa dibuka fakultas kedokteran. Kampus-kampus yang sudah ada juga bisa membukanya," tutur Anas.

Antarajatim.com, Detik.com

loading...

0 Response to "Bupati Anas Minta Masukan Warga Lewat Dialog Terbuka"