SOS, Habitat Penyu Di Banyuwangi Terancam Punah


Banyuwangi ternyata menjadi habitat penting penyu. Menurut Wiyanto Haditanojo, pembina Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF),  empat dari tujuh jenis penyu di dunia terdapat di Banyuwangi.

Keempat penyu tersebut yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricate), dan penyu lekang (Lepidochelys olivace).

Keempat jenis penyu itu hidup di pantai yang ada di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) dan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

"Konservasi dengan melibatkan masyarakat sekitar pantai perlu dilakukan karena 10 tahun terakhir terjadi penurunan drastis penyu yang bertelur di pantai Banyuwangi. Selain itu, juga ada penyusutan jumlah penyu yang disebabkan oleh predator, salah satunya disebabkan oleh manusia, termasuk perburuan daging, telur, dan cangkang penyu," jelas Wiyanto, Selasa (6/5/2014).

Sayangnya, kata Wiyanto, intensitas predator tidak seimbang dengan reproduksi penyu yang tidak bertelur setiap tahun. Penyu baru bertelur dua sampai empat tahun, dan pada periode bertelur ini penyu bertelur beberapa kali.

"Diharapkan dengan memberikan penjelasan dan wawasan kepada masyarakat pesisir pantai, telur penyu bisa diselamatkan yang secara otomatis juga menambah jumlah penyu, khususnya yang berada di kawasan pantai Banyuwangi, karena penyu bisa menjadi indikasi pantai Banyuwangi masih bersih dan belum tercemar," jelasnya.

Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari kesadaran dan peran serta masyarakat Banyuwangi dalam menjaga kelestarian penyu. Kesadaran ini mutlak harus ditumbuhkan mengingat ada ancaman serius terhadap kepunahan habitat penyu di Banyuwangi akibat perburuan dan pencurian telur penyu yang telah berlangsung lama.

DARI PEMBURU MENJADI PELESTARI PENYU

Adalah Ardis (31), warga Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, dapat menjadi contoh tentang kepedulian warga terhadap kelestarian penyu. Bersama beberapa warga lain, ia membuat tempat penetasan semi-alamiah telur penyu berupa gundukan tanah pasir di kawasan yang dipagari bambu di pesisir Pantai Boom Banyuwangi.

Awalnya ia adalah pelaku penjual telur penyu. Ia sering menemukan telur penyu di sepanjang bibir Pantai Boom. Telur itu kemudian dijualnya ke warga untuk dijadikan jamu. "Kalau agak banyak saya setor di pasar. Satu butir telur dijual Rp 2000,- tuturnya. 

Tapi itu cerita lalu. Sekarang Ardi menjadi bagian dari komunitas pelestari penyu. Ardi tidak sendirian. Ada juga Abdullah (56), warga pesisir Pantai Boom. Awalnya ia pernah melakukan jual beli telur penyu. Ia mengaku sudah cukup lama menjadi "pemburu" telur binatang yang berkulit keras tersebut.

"Tapi, pekerjaan utama saya ya tetap nelayan. Kalau cari telur penyu hanya kadang-kadang kalau musiman. Saya sampai hafal kapan naiknya penyu di wilayah Pantai Boom ini. Saya punya kalender khusus kapan penyu bertelur, jadi tinggal ditunggu saja. Setahun biasanya penyu bertelur tiga kali paling sedikit 80 butir dan saya pernah menemukan sampai 137 lebih butir telur penyu di wilayah sini," jelasnya.

Abdulah tergerak hatinya membuat tempat penetasan semi-alamiah telur penyu setelah didatangi beberapa relawan.

"Saya sempat takut dijebak lalu ditangkap karena menjual telur penyu. Dari relawan itulah saya mendapatkan banyak informasi tentang penyu dan diputarkan beberapa film saat penyu bertelur dan juga perburuan pada penyu. Lalu saya juga tahu kalau penyu salah satu binatang langka yang harus dilestarikan. Saat itulah saya berpikir jika saya terus memburu telur penyu, lalu bagaimana anak cucu saya besok? Saya takut mereka tidak tahu kalau ada binatang yang namanya penyu," jelasnya.

Hingga akhirnya ia dan Ardis serta beberapa warga pesisir ketika menemukan telur penyu langsung dipindahkan ke penetasan semi-alamiah telur penyu.

"Dan ternyata sekarang semakin banyak penyu yang naik, terutama di akhir April sampai awal April. Terakhir kami menyelamatkan 105 telur penyu, sebelumnya juga sudah ada 130 telur dan 127 telur yang ditemukan dalam waktu yang berbeda," tuturnya.

Nantinya, menurut Abdullah, telur-telur yang sudah menetas akan dilepasliarkan di kawasan Pantai Boom.

Menjaga agar Banyuwangi tetap menjadi surga penyu dunia, agaknya menjadi PR kita bersama. Paling tidak bagaimana  menumbuhkan lebih banyak lagi Ardi dan Abdullah lainnya.

Kompas.com

loading...

0 Response to "SOS, Habitat Penyu Di Banyuwangi Terancam Punah"