Pemkab Banyuwangi Siapkan Rp 4 Miliar untuk Mahasiswa Berprestasi


Pemkab Banyuwangi siapkan 4 M untuk mahasiswa  berprestasi.
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Banyuwangi terus digalakkan. Melalui program "Banyuwangi Cerdas", kabupaten berjuluk "The Sunrise of Java" tahun ini membuka seleksi bagi mahasiswa penyandang difabel, anak yatim piatu dan anak berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi untuk menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Sekitar 80 siswa terbaik asal Banyuwangi akan dijaring dalam program ini. Untuk Program Banyuwangi Cerdas, di tahun 2014 Pemkab Banyuwangi siapkan anggaran kurang lebih mencapai Rp 4 miliar.

"Untuk mahasiswa prestasi tak mampu diseleksi 50 orang, sisanya untuk penyandang difabel dan anak yatim piatu," ujar Plt Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Dwi Yanto, Senin (19/5/2014).

Standart awal persyaratan prestasi siswa, kata Dwi Yanto, akan dinilai tim verifikasi tingkat sekolah. Sementara untuk tingkat kemiskinan, tolak ukurnya berdasarkan 14 point yang telah Departemen Sosial tentukan. Jika lolos seleksi mahasiswa pilihan itu setiap bulan selama kuliah 8 semester akan mendapat bantuan senilai Rp 1 juta, terdiri atas Rp 600 ribu untuk biaya hidup dan Rp 400 ribu untuk keperluan kuliah.

Program ini sepenuhnya dibiayai Pemkab lewat APBD. Dispendik berharap dari bantuan itu, para mahasiswa termotivasi terus belajar dan ditiap semester bisa mencapai IPK minimal 3,0.

"Untuk beasiswa penyandang difabel Rp 150 juta, anak yatim piatu Rp 150 juta, anak berprestasi tak mampu Rp 600 juta. Dan kurang lebih Rp 3 M untuk pembiayaan seluruh mahasiswa berprestasi," ungkap Dwi Yanto.

Sampai saat ini, kata Dwi Yanto, sudah ada 138 anak mulai angkatan 2011-2013 yang memperoleh beasiswa ini. Kini, ratusan mahasiswa itu tengah menuntut ilmu di Universitas Jember dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, penguatan SDM menjadi hal dasar yang bisa mendorong percepatan pembangunan dan perekonomian daerah. Penguatan SDM itu bisa ditempuh dengan jalan seperti pendidikan dasar 9 tahun, pemberantasan buta aksara dan pengentasan anak putus sekolah.

Sebagai penyokong peningkatan SDM jangka panjang, Bupati Anas perkuat kualitas pendidikan di Politeknik Negeri dan mempersiapkan kampus Unair di Banyuwangi. Langkah itu ia tempuh supaya pengembangan SDM kita tidak tergantung pada rezim pemimpin daerah.

"Ini kita tempuh supaya pengembangan SDM kita tidak tergantung rezim. Siapapun Bupatinya kelak jika sudah ada institusi pendidikan besar yang berjalan, dia akan terus bertumbuh. Yang menentukan daya saing kedepan kuncinya adalah pada SDM yang berkualitas, selain kekayaan local dan kreatiitas untuk mendorong diversifikasi," jelasnya.


Abdullah Azwar Anas menambahkan selain program Banyuwangi Cerdas, pihaknya juga memiliki program Banyuwangi Belajar dan Siswa Asuh Sebaya (SAS).

"Kami memastikan setiap anak yang memegang kartu Banyuwangi Belajar bisa menempuh pendidikan gratis di semua tingkatan. Tidak boleh ada anak putus sekolah hanya, karena masalah biaya. Kebutuhan penunjang sekolah seperti tas, buku, bahkan bimbingan belajar juga ikut dibiayai," paparnya.

Adapun program Siswa Asuh Sebaya (SAS) menggalang gerakan sosial di kalangan generasi muda, yakni siswa dari keluarga menengah ke atas secara sukarela menyumbangkan sebagian uang sakunya untuk siswa dari kalangan kurang mampu.

"Program SAS ini masuk nominasi penghargaan 'Millenium Development Goals (MDGs)' dengan mengalahkan ratusan nominator lain se-Indonesia. Hingga kini, program SAS telah ikut membiayai 6.005 siswa dari 309 sekolah di Banyuwangi," tambah Anas.

Sementara itu, ratusan mahasiswa penerima beasiswa kini bergabung membentuk "Komunitas Program Banyuwangi Cerdas" (KPBC) dan menggalang berbagai gerakan positif bagi masyarakat, seperti penanaman pohon.

Salah satu mahasiswa asal Banyuwangi yang mendapat beasiswa untuk belajar di Fisip Universitas Jember, Ahmad Rizki Andy, memberikan apresiasi tinggi terhadap program beasiswa yang dilaksanakan Pemkab Banyuwangi.

"Semasa SMA, bermimpi kuliah saja tidak pernah, mengingat kondisi keluarga yang kurang mampu. Tapi, melalui beasiswa Banyuwangi Cerdas, akhirnya saya bisa melanjutkan kuliah," ujar Rizki, yang orang tuanya hanya penggarap sawah (buruh tani).

Nurlatifatul Janah, mahasiswi asal Banyuwangi yang kuliah di STAIN Jember, menambahkan dirinya bersama rekan-rekan yang tergabung dalam KPBC) ingin memberikan ilmu yang didapat untuk kemajuan Kabupaten Banyuwangi.

"Tidak bisa dipungkiri pemkab telah mengantarkan kami sampai di perguruan tinggi, sehingga segala apapun yang telah kami raih, nantinya ingin berkontribusi kepada Banyuwangi," ujarnya.

Detik.com, Antarajatim.com

1 Response to "Pemkab Banyuwangi Siapkan Rp 4 Miliar untuk Mahasiswa Berprestasi"

  1. Kalo untuk mahasiswa yg udah nempuh semester 3 apa bisa ikut ngambil beasiswa jg ya??

    ReplyDelete