MENPAREKRAF BUKA KOMPETISI SURFING DI PULAU MERAH


Menparekraf Mari Elka Pangestu membuka Pulau Merah Banyuwangi International Surfing Competition 2014, Jumat (23/5/2014).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu membuka Pulau Merah Banyuwangi International Surfing Competition 2014, Jumat (23/5/2014). Dalam sambutannya, Menparekraf mengapresiasi kegiatan yang melibatkan 165 peserta yang berasal dari 15 negara.

"Salah satu cara untuk meningkatkan pariwsata adalah dengan konsepsport tourism yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Banyuwangi. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu terkait lingkungan, sosial dan budaya yang harus terjaga. Termasuk juga memperhatikan konservasi alam yang tidak rusak, karena Pantai Pulau Merah masih alami," paparnya.

Mari menjelaskan jika kunjungan pariwisata meningkat maka secara langsung ekonomi kreatif masyarakat di sekitar Pulau merah juga akan terangkat. "Saya perhatikan sudah ada beberapa stan yang menjual produk-produk lokal dan itu harus dipertahankan. Antara pariwisata dengan ekonomi kreatif harus seimbang dan Banyuwangi sudah melakukan hal tersebut," jelasnya.

Meresmikan "Homestay"

Selain meresmikan Pulau Merah Banyuwangi International Surfing Competition 2014, Menparekraf juga meresmikan homestay yang dilengkapi dengan wifi yang berada di area Pantai Pulau Merah. "Saya mendukung untuk tidak mendirikan hotel dan lebih mengutamakanhomestay  yang dikelola oleh masyarakat di sekitar sini sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal," tambahnya.
Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan pariwisata sampai saat ini masih menjadi salah satu industri yang bisa mendatangkan keuntungan finansial tercepat dan terefisien. "Dengan melihat potensi wisata Banyuwangi, baik yang berbasis alam maupun budaya, pariwisata dijadikan salah satu andalan penggerak ekonomi," jelasnya.

Tingkat kunjungan wisatawan di Banyuwangi mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada 2013, turis asing mencapai 10.462 orang, meningkat 90 persen dibanding 2012 sebesar 5.502 orang. Adapun turis lokal meningkat 24 persen dari 860.831 orang pada 2012 menjadi 1.057.952 pada 2013. Dari hasil survei Alvara Strategic Research, Jakarta, belanja turis asing di Banyuwangi berkisar Rp 3 juta per turis dengan lama kunjungan 2,5 hari. Artinya, ada dana mengalir ke Banyuwangi selama 2013 dari turis asing saja sebesar Rp 31,4 miliar. Itu belum termasuk belanja turis lokal.

”Kami bersyukur kunjungan wisatawan terus meningkat, padahal dana promosi wisata minim. Kami banyak menggandeng pihak lain untuk berpromosi, termasuk aktif di social media yang sangat cepat menyebarkan berbagai potensi destinasi wisata Banyuwangi. Contohnya wisatawan yang berkunjung ke Pulau Merah ini sejak setahun terakhir meningkat hingga 1000 persen,” kata Anas.

Ia mengatakan di luar negeri, sport tourism sudah dijadikan andalan untuk menggerakkan sektor pariwisata. Menjelang tahun 2000, The British Tourist Authority dan English Tourism Board menyatakan, 20 persen dari jumlah total wisatawan yang datang ke Inggris adalah wisatawan olahraga. Di Kanada, 37 persen perjalanan di negara tersebut dilakukan oleh wisatawan olahraga.


Sementara itu, Christ Neipp (38), peselancar asal Jerman mengaku baru pertama kali datang ke Pulau Merah. "Saya sudah satu setengah tahun tinggal di Bali dan baru kali datang ke Pulau Merah atas ajakan kawan," katanya.

Sambil berseloroh dia mengaku bukan peselancar profesional dan hanya sekadar hobi. "Saya baru mencoba beberapa spot di Bali serta Lombok dan sekarang di Banyuwangi," ujarnya.

Ia mengatakan sebagai lokasi surfing, Pulau Merah mempunyai perbedaan dengan yang ada di Bali. "Di sini lebih bersih dan sepi, tapi penontonnya benar-benar antusias. Tapi untuk ombak, di Pulau Merah memang cocoknya untuk peselancar yang masih pemula," tambah Christ.

Kompas.com

loading...

0 Response to "MENPAREKRAF BUKA KOMPETISI SURFING DI PULAU MERAH"