DURIAN MERAH BANYUWANGI, DIBURU KARENA KEUNIKAN WARNA DAN RASANYA YANG LEZAT


Durian merah Banyuwangi.
Potensi hasil holtikultura di Banyuwangi semakin menjanjikan. Selain semangka dan jeruk, budidaya durian merah Banyuwangi mulai banyak digandrungi. 

Kelangkaan durian merah di Bumi Blambangan ini membuat harga buah khas tropis ini selangit. Semakin dikenalnya durian merah dan banyak diburu ini, membuat petani durian merah tidak perlu lagi menjajakan duriannya di jalanan.

Durian merah yang memiliki banyak varian di Banyuwangi banyak diburu karena rasanya yang nendang. Permintaan bibit pohon durian merah pun melonjak.

Pada awalnya durian merah menggaung di tahun 1997, hanya ditemukan 3 pohon durian merah yang berproduksi. Namun seiring waktu, saat ini ada 200 pohon durian merah yang tersebar di 5 Kecamatan di Banyuwangi.

Jumlah 200 pohon itu tentu belum memuaskan. Bahkan Ketua Pusat Penelitian Durian Merah Banyuwangi Eko Mulyanto akan menyebar ribuan bibit ke masyarakat. Selain membagikan gratis, Eko juga melayani pemesanan bibit dari berbagai kota. Dan ternyata, animo publik untuk pembudidayaan durian merah cukup besar.

"Pengembangan bibit durian merah di Banyuwangi kita lakukan dengan berbagai cara. Kami lakukan penelitian untuk percepatan bibit durian merah Banyuwangi," ujar Eko Mulyanto saat ditemui di Kios Agro Banyuwangi, Jalan Brawijaya, Sabtu (10/5/2014).

Menurut Eko, percepatan itu dilakukan dengan cara menyambung batang induk durian biasa dengan batang durian merah. Ini bisa mempercepat pohon durian berbuah dari 12 tahun menjadi hanya 5 tahun.

Selain itu, lanjut Eko, percepatan bisa dilakukan dengan cara "Top Working", yakni pohon durian besar disambung dengan batang durian merah.

"Kalau top working itu bisa cepat. Tiga tahun bisa berbuah. Cuma pohonnya harus besar," ujarnya.
Untuk bibit durian merah yang dia jual, Eko mengaku ada berbagai jenis sesuai dengan tinggi bibit. Untuk bibit durian merah dengan tinggi sekitar 30 cm, harganya berkisar Rp 75 ribu rupiah.

Sedangkan bibit yang tingginya diatas 60 cm sampai 1 meter dibandrol Rp 200 ribu.
"Kalau yang tingginya lebih dari 1,5 meter kita jual seharga Rp 1,5 juta rupiah," tambahnya.

Dari penjualan bibit durian merah itu, Eko mengaku pendapatannya pada bulan Maret ini saja kurang lebih Rp 120 juta. Penjualan dilakukan di kiosnya dan pengiriman di beberapa kota lain di Jawa.
Pembibitan durian merah di Banyuwangi.
Sementara itu, selain menjual bibit durian merah di Banyuwangi, Eko mengaku telah mengirimkan beberapa bibit durian merah ke beberapa penjuru kota di Jawa.

Dirinya mengaku sudah ada pesanan dari Bogor dan Blitar. Namun pembeli harus berhati-hati saat membeli bibit durian merah, sebab dikhawatirkan banyak yang palsu.

Untuk saat ini, kata Eko, pihaknya telah menyediakan sekitar 2000 bibit siap tanam di kiosnya. Sementara untuk bibit yang belum siap tanam, dirinya menyetok sekitar 7500 bibit.

Dan untuk pelestarian durian merah Banyuwangi, pada bulan Agustus depan, dirinya akan menyebarkan 1000 bibit durian merah di Desa Kemiren Kecamatan Glagah.

"Sebagai tanggung jawab kami untuk melestarikan durian merah, kami mengeluarkan CSR berupa 1000 bibit durian merah untuk masyarakat Kemiren, kenapa Kemiren? Karena munculnya durian merah khas Banyuwangi itu berasal dari desa itu," tandasnya.

DURIAN SI WAYUT
Serad dan durian merahnya yang legendaris.
Durian merah yang terkenal di Banyuwangi berasal dari pohon durian merah yang tumbuh di desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Adalah Serad (74), salah satu pemilik pohon durian merah yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat di Banyuwangi. Bila musim durian tiba rumah Serad tak pernah sepi pengunjung.

Sejak 1997, durian merah milik Serad diburu oleh penikmat durian yang penasaran. Bahkan mereka rela menginap di rumahnya, demi mendapatkan durian merah miliknya, yang biasanya jatuh pada dinihari dan sore hari.

"Setiap kali panen itu bisa sampai 300 buah lebih. Dan itu terus menerus berlangsung mulai bulan Januari hingga April," ujar Serad, Jumat (9/5/2014).

Serad mengakui pohon durian yang di juluki 'Si Wayut' atau warisan buyut ini, adalah peninggalan dari keluarganya. Lebih dari 350 tahun, pohon ini telah memberikan penghidupan bagi keluarganya.
Untuk panen kali ini, Serad mengaku mendapatkan uang dari hasil panen durian merahnya sebesar Rp 16 juta.

"Kalau yang kecil saya jual Rp 50 ribu kalau besar Rp 100 ribu perbuah. Untuk per harinya, kadang ada 6 buah yang jatuh. Dan itu sudah banyak pesanan dan rebutan," tambahnya.
Serad mengaku menjual sendiri hasil panen duriannya. Pernah beberapa waktu, ada yang memborong seluruh durian merahnya, sebelum waktunya panen. Harganya pun separo dari hasil panen saat itu.

"Saya tidak mau kalau pakai sistem tebas atau borongan. Rugi besar. Mending saya jual satu per satu saja," tambahnya.

Untuk merawat "si Wayut" ini, Serad mengaku tidak ada yang rumit. Selain memberi pupuk kandang yang teratur, dirinya selalu melakukan penyiraman pada malam hari. Penyiraman dilakukan secara penuh sampai tanah disekitar pohon becek.

"Saya siram malam hari sampai tanahnya becek. Istilah bahasa Jawanya itu di "leb". Ini untuk menggemburkan tanah dan memunculkan unsur hara di sini," tambah Serad.

Selain menyediakan buah durian merah, Serad memperbanyak bibit durian merah dengan cara cangkok. Ada pula dengan biji yang diambil dari sisa durian merah yang dimakan oleh penggemar durian dirumahnya.

Untuk bibit durian merah keturunan Si Wayut, Serad menjualnya antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per bibit.

Dirinya juga bekerjasama dengan Pusat Penelitian Durian Merah Banyuwangi menggalakkan durian merah. Dirinya mengaku tidak akan tersaingi jika banyak yang memiliki pohon durian merah. Semakin banyak orang memiliki durian merah, semakin banyak pula petani yang bisa meraup untung seperti dirinya.

"Tidak ada perasaan tersaingi jika banyak yang punya durian merah. Justru itu harapan saya agar mereka merasakan untung," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Durian Merah Banyuwangi, Eko Mulyanto mengakui jika Si Wayut dijadikannya sebagai pohon induk dari durian merah Banyuwangi. Si Wayut menjadi tempat dirinya melakukan observasi dan penelitian untuk pengembangan durian merah. "Kita tidak ingin kehilangan durian merah Banyuwangi," tandas Eko.

KEISTIMEWAAN DURIAN PELANGI

Diantara 25 varian Durian Merah yang bisa dikonsumsi adalah Durian Pelangi. Jenis ini memang warnanya tidak murni merah, tetapi ada kombinasinya oranye, kuning dan guratan warnah putih di dagingnya.

Lantaran baru pertama kali muncul, harga durian jenis pelangi ini selangit. Satu buahnya paling murah seharga Rp 250 ribu.

Durian Pelangi adalah hasil perkawinan silang 3 varian durian di Banyuwangi. Antara lain jenis durian kuning (fotogensis), durian merah (graveolens) dan durian putih (zibethinus).

Di kabupaten yang dipimpin Bupati Abdullah Azwar Anas ini, durian pelangi hanya bisa ditemukan beberapa pohon saja. Diantaranya di Kecamatan Songgon dan Glagah yang menjadi sentra dari durian pelangi.

"Usia pohonnya sudah di atas 100 tahun. Di Songgon saja usianya sekitar 150 tahunan," jelas Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, Eko Mulyanto, Jumat (9/5/2014).

Ketinggian pohon durian pelangi di Songgon ini mencapai 25 meter dengan usia 150 tahunan. Lokasinya berada di sekitar sungai, di belakang perkampungan warga.
Di sekitar pohon durian pelangi itu juga bisa ditemukan pohon manggis dan buah langsep.
Pohon durian merah di Songgon berumur lebih 150 tahun.
Jenis Durian Pelangi tambah Eko, memiliki kandungan vitamin yang cukup istimewa dan bagus untuk kesehatan.

"Ini mengandung beta carotin yang warna kuning, Antosianin atau antioksidan yang berwarna merah. Ada juga yang muncul warna susu agak kecoklatan. Dan kadang durian pelangi ini muncul 4 warna," tambah Eko yang ikut mendampingi panen durian pelangi ini.

Wajar saja, tambah Eko, durian ini sangat menyehatkan. Bahkan menurutnya, orang yang makan durian merah ataupun durian pelangi, konon bisa berumur panjang.


 Detik.com

2 Responses to "DURIAN MERAH BANYUWANGI, DIBURU KARENA KEUNIKAN WARNA DAN RASANYA YANG LEZAT"

  1. jika kita memesan dari kota medan, bagaimana prosedurnya pak eko???
    jikamau membeli 50 bibit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda bisa menghubungi Bpk. Eko Mulyanto di 081358058387 atau melalui email ke mulyanto.eko@gmail.com

      Delete