BIAYA EKSPOR-IMPOR LEWAT PELABUHAN TANJUNG WANGI DIDISKON 50%


Sinergi antara Pemkab Banyuwangi dengan Pelindo III terkait fasilitasi ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, sepakat berikan insentif dengan memotong sampai 50 persen untuk biaya tambat dan biaya labuh. Langkah ini dimaksudkan sebagai stimulus agar gairah bongkar-muat di pelabuhan tersebut makin meningkat.

"Biaya labuh yang biasanya Rp 80/GT/10 hari kita bebaskan, dan biaya tambat kita potong hingga 50 persen. Kami juga akan diskon biaya handling," kata GM Pelabuhan Tanjung Wangi, Bangun Swastanto usai lakukan pertemuan dengan Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (28/5/2014).

Data dari Pelindo III menunjukkan, volume ekspor barang-barang dari Banyuwangi yang diekspor ke luar negeri mencapai 49.651 ton per tahun. Komoditinya antara lain, perikanan dan hasil laut sebesar 28 ribu ton, pertanian dan perkebunan 16,8 ribu ton, sisanya kerajian tangan dan furniture. Tujuan ekspor terbesar diantaranya ke negara-negara Asia seperti Jepang, Cina, Korea dan Taiwan. Disusul pengiriman ekspor ke Eropa antara lain Jerman, Italia, Prancis dan juga pengiriman beberapa komoditas ke Amerika.

Bangun menjelaskan, saat ini Pelabuhan Tanjung Wangi juga sudah memiliki sejumlah fasilitas pendukung kegiatan petikemas. Di antaranya container yard (CY) impor berkapasitas 148 Teus, CY ekspor 156 Teus, dan CY domestik 166 Teus. Arus kapal di pelabuhan tersebut terus meningkat dari 2,8 juta GT (gross tonnage) pada 2011 menjadi 3,7 juta GT pada 2013. Arus barang melonjak dari 943 ribu ton pada 2011 menjadi 1,62 juta ton pada 2013.

"Ke depan dengan sinergi semua pihak dan kemajuan Banyuwangi, aktivitas bongkar-muat akan terus naik. Pelindo III akan memberikan pelayanan terbaik bagi pelaku usaha," ungkap Bangun antusias.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, selama ini belum ada data faktual terkait aktivitas ekspor-impor di Banyuwangi. Hal itu disebabkan saat ini memang banyak pelaku usaha yang mengekspor barangnya lewat Surabaya karena terminal petikemas di Banyuwangi yang dinilai belum memadai. Dan sinergitas antara Pelindo III dengan Pemkab Banyuwangi ini diharapkan Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi bisa menjadi pelabuhan yang memadai sehingga ekspor impor bisa lebih memadai.

"Banyak pelaku usaha dari Banyuwangi yang mengekspor lewat Surabaya dan Gresik. Dengan sinergi dengan Pelindo III dan perbaikan-perbaikan, nanti cukup ekspor lewat Banyuwangi saja, bisa lebih efisien," tuturnya.

Detik.com

loading...

0 Response to "BIAYA EKSPOR-IMPOR LEWAT PELABUHAN TANJUNG WANGI DIDISKON 50%"