TRAUMA TSUNAMI 1994, WARGA PANCER BANYUWANGI MENGUNGSI


Menyusul informasi akan ada tsunami, warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi mengungsi ke balai desa setempat sejak kemarin malam. Warga panik setelah mendapat informasi berantai dari BMKG, BPNB dan BPBD Banyuwangi bahwa akan terjadi tsunami di laut selatan sebagai efek gempa di Chile. Apalagi kedua dusun itu pernah ditimpa bencana tsunami tahun 1994 lalu. Ratusan warga Dusun yang merasa trauma memilih mengungsi ke rumah sanak saudara, Balai Desa, Bebukitan dan ke beberapa titik yang dianggap aman.

"Sebagian ada yang mengungsi di Balai Desa Sumberagung, ada yang di sekitar perbukitan Pantai Pancer dan ada yang mengungsi ke rumah saudaranya," ungkap Galuh Qomari salah satu warga Pancer yang ikut mengungsi, pada detikcom, Kamis (3/04/2014) dini hari .

Ratusan warga yang ikut mengungsi itu beralasan bahwa mereka merasa trauma dan takut karena pada tahun 1994 pernah terkena tsunami. Saat ini, ratusan warga tersebut bersikukuh akan tetap berada di pengungsian hingga batas waktu yang telah disebutkan aman.

"Saya takut, ya trauma juga karena dulu juga pernah tsunami di sini. Di sini saja dulu sampai ada pengumuman aman, " kata Masita, warga yang juga ikut mengungsi di Balai Desa Sumberagung.

Terlebih sejumlah warga mengaku sempat menyaksikan air laut di laut selatan surut hingga 10 meter lebih.
Khudori, salah satu warga setempat, mengatakan, surutnya laut selatan itu terjadi pada Rabu 2 April 2014 sekitar pukul 08.00 wib. Saat itu dia baru pulang mencari ikan. Dia terkejut karena air laut tiba-tiba surut 10 meter dari pantai. "Biasanya tidak pernah seperti ini," kata Khudori yang mengungsi di Balai Desa Sumberagung.

Keganjilan itu tidak terlalu ia pikirkan. Ia masih beraktivitas seperti biasanya. Namun dia terkejut pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 wib, dia mendapatkan banyak telepon dari teman-temannya yang berada di pesisir Lampon dan Grajagan, Banyuwangi. Di kedua pesisir ini, sirine meraung-raung, meminta warga mengungsi.

Bingung dengan keadaan, Khudori sempat bertanya ke kepala dusun setempat. Ternyata ada informasi bahwa warga sekitar laut selatan harus mewaspadai datangnya tsunami. Khudori akhirnya teringat dengan keganjilan fenomena alam yang dilihatnya pagi tadi.

Tanpa banyak pertimbangan, Khudori langsung membawa anak dan istrinya mengungsi ke balai desa setempat bersama-sama dengan warga lainnya. Surutnya air laut ini juga diketahui Mustakim. "Saya lihat air laut surut jauh," kata dia.

Warga lainnya Mariati, mengatakan, memutuskan mengungsi karena merasakan dua kali getaran gempa sekitar pukul 19.00 wib. Tanpa membawa bekal dan baju ganti, Mariati langsung mengungsi bersama dua balitanya yang berusia 8 bulan dan 5 tahun.

Mariati panik karena masih trauma dengan bencana tsunami yang melanda kampungnya pada 1994 lalu. Bencana itu telah membuat ayahnya tewas dan kakaknya mengalami gegar otak. "Dulu tsunami terjadi tengah malam," kata Mariati bercerita.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam, menyebutkan, akibat gempa sebesar 8 skala richer di Chili pada 2 April 2014 pukul06.46 WIB akan menimbulkan potensi tsunami di 115 kabupaten/kota di 15 provinsi di Indonesia. Dan berdasarkan keterangan dari BNPB bahwa di wilayah Banyuwangi bagian selatan akan terkena imbas gelombang tsunami pada pada Kamis (3/4/2014) sekitar pukul 08.16 WIB.

Sedangkan Banyuwangi bagian timur terkena gelombang tsunami pada pukul 09.16 WIB. Adapun ketinggian ombak diperkirakan antara 0 sampai 1,5 meter. Terkait hal itu, BPBD Banyuwangi telah meneruskan warning level waspada. Meski begitu, pihak BPBD Banyuwangi berharap agar warga tidak panik serta tidak mudah terpancing isu yang membelokkan fakta.

"Ya warning sesuai dengan instruksi yaitu level waspada. Warga juga dimohon untuk tetap tenang," tandasnya.
Indonesia Tsunami Early Warning Center (InaTEWS) BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami yang akan melanda beberapa wilayah di Indonesia. Peringatan dikeluarkan berdasarkan analisis penjalaran tsunami. BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami tersebut kepada Posko BNPB.

Ada 115 lokasi di kabupaten/kota dari 19 provinsi di Indonesia akan berpotensi terjadi tsunami. Tinggi potensi tsunami 0-0,5 meter. Di Banyuwangi bagian Selatan, tsunami diperkirakan terjadi Kamis besok pukul 08.16 WIB. 
Semoga hal ini tidak pernah terjadi!

Detik.com

loading...

0 Response to "TRAUMA TSUNAMI 1994, WARGA PANCER BANYUWANGI MENGUNGSI"