BUPATI BANYUWANGI PERKOKOH KOMITMENT KEBHINEKAAN


Kerukunan antar umat beragama merupakan modal untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Hal itu pula yang mendasari Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, terus mendorong peningkatan kerukunan antar-umat beragama di wilayahnya.
 Toleransi membuat semuanya jadi indah.
"Kemajemukan Indonesia itu hal yang tak bisa dimungkiri. Jadikan itu rahmat, bareng-bareng membangun daerah dan bangsa. Kebhinekaan Indonesia harus dirawat, bangun saling pengertian, bukan malah menebar kebencian," kata Anas saat menghadiri undangan umat Hindu di Banyuwangi untuk menyaksikan upacara Melasti di Pura Segara Tawangalun, di sekitar kawasan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Minggu (23/3).
Dalam kesempatan tersebut, Anas berpesan kepada ribuan umat Hindu yang hadir untuk tak lelah berkontribusi memajukan diri dan masyarakat.
"Bareng-bareng membangun Banyuwangi lebih baik lagi. Saya juga menanti kritik dan masukan dari semua kalangan untuk pembangunan Banyuwangi ke depan," kata Anas.
Menurut data Pemkab Banyuwangi, terdapat sekitar 48.006 jiwa umat Hindu yang ada kabupaten berjuluk "The Sunrise of Java" ini, dan tersebar di berbagai kecamatan.
Lebih lanjut Anas mengatakan, salah satu cara yang dilakukan Banyuwangi untuk meningkatkan kerukunan antar-umat beragama adalah dengan menggelar forum rutin pertemuan antar-tokoh agama.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh dari berbagai agama diajak duduk bersama untuk berkomunikasi dan membuat program-program bersama yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti penanaman pohon.
Bahkan, para tokoh agama juga ikut menandatangani deklarasi mendukung Gerakan Sedekah Oksigen di Banyuwangi dengan banyak menanam pohon di sekitar tempat ibadah serta menyelipkan pesan lingkungan dalam pertemuan atau khotbah-khotbah keagamaan.
"Antar-umat beragama itu pasti ketemu untuk hal-hal yang bersifat universal, seperti pelestarian lingkungan, pentingnya pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan sejenisnya. Justru dengan kerukunan ini Banyuwangi bisa guyub dalam membangun daerah," kata Anas.
Sebagai bupati, Anas sendiri juga rutin menghadiri undangan yang bersifat umum dan bukan peribadatan.
"Kadang saya datang, berbincang-bincang, menerima kritik dan masukan tentang pengembangan Banyuwangi, lalu saya meninggalkan tempat jika peribadatan akan dimulai jika yang mengundang adalah umat non-Muslim. Toleransi membuat semuanya jadi indah," papar Anas yang mengaku banyak belajar dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang pentingnya merawat kebhinekaan Indonesia.
Pemkab Banyuwangi, kata Anas, juga banyak memanfaatkan berbagai tempat ibadah untuk menyosialisasikan program pembangunan serta meminta masukan dari warga.

Beritasatu.com

loading...

0 Response to "BUPATI BANYUWANGI PERKOKOH KOMITMENT KEBHINEKAAN"