Banyuwangi Usulkan Double Track dan JLS


Banyuwangi usulkan pembangunan jalan ganda kereta api (double track)

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur.

"Double track ini kan bukan hanya untuk Banyuwangi saja, tapi juga kawasan tapal kuda (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Jember, Bondowoso)," kata Anas kepada wartawan di sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Jawa Timur di Grand City Surabaya, Kamis (6/3/2014).

Ia menerangkan, misi dari Gubernur Jatim pada musrenbang diantaranya connectifty antar daerah, maka pihaknya mengusulkan agar segera dibangun double track dan JLS.

"Kalau dilihat dari jumlah pertumbuhan penduduk, rata-rata per tahun sekitar 1 juta jiwa, maka 5 tahun ke depan akan ada penambahan sekitar 5 juta penduduk," tuturnya.

"Nah sementara dari Banyuwangi ke timur itu ada sekitar 11 juta penduduk, maka itu tentu membutuhkan connectifity yang lebih efisien," terangnya.

Ia menambahkan, target Gubernur Jatim ke depan yakni di sektor perdagangan menyumbang 50 persen dari total nasional. Menurutnya, pilihannya harus ada ekspansi di titik-titik di kawasan produktif, salah satunya kawasan industri dan lain-lainnya.

"Maka kalau itu yang akan ditarget, menurut saya dalam jangka pendek harus secepatnya dibangun double track. Meskipun di Banyuwangi, katakanlah ada 5 operator dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan, tidak akan mencukupi mengangkut orang yang hadir di sana," ujarnya.
Mengenai kunjungan wisatawan di Jatim, jumlah wisatawannya sekitar 225 juta dan masih kalah dibandingkan dengan Malaysia. Katanya, target 1 juta wisatawan akan tercapai jika infrastruktur ini terkoneksi.

"Menurut saya, misalnya 1 juta wisatawan kan tidak semuanya bisa lewat udara, maka double track ini menurut saya menjadi penting disamping Jalur Lintas Selatan. Nah mestinya keduanya ini menjadi skala prioritas," paparnya sambil menambahkan, mengenai lahan untuk double track tidak akan terjadi kendala, karena lahannya sudah tersedia dan milik PT KAI.

Anas menambahkan, double track dan JLS akan mendorong investasi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda serta memecahkan urbanisasi di 5 daerah kawasan industri seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan sekitarnya.

"44 persen PDRB (produk domestik regional bruto) ada di 5 daerah itu. Kalau ini tidak segera dipecahkan, maka urbanisasi akan mengumpul di sini dan Jawa Timur yang ramah, nyaman itu tentunya tidak akan bisa berkelanjutan. Jadi harapan saya, mudah-mudahan double track dan JLS ini bisa segera terwujud," tandasnya.


Detik.com

loading...

0 Response to "Banyuwangi Usulkan Double Track dan JLS"