Larang Konsumsi Buah Impor, Genjot Produksi Buah Lokal


Banyuwangi melarang buah impor disajikan dalam acara resmi.
Gempuran buah impor yang membanjiri pasar Indonesia tidak membuat gentar semangat petani Banyuwangi untuk terus menggenjot pengembangan buah lokal. Sejumlah komoditas andalan Banyuwangi seperti buah naga, jeruk dan manggis saat ini juga mulai dikenal di pasar nasional.

Untuk memproteksi pasar buah impor yang semakin meluas, Pemkab Banyuwangi tidak tinggal diam. Beberapa upaya itu diantaranya, melarang buah impor disajikan saat acara di lingkungan Pemkab dan wilayah perkantoran. Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi promosi buah lokal hingga ke luar daerah

"Saat ini buah impor membanjiri pasar Indonesia. Kita tak bisa tinggal diam. Gemari buah lokal agar petani sejahtera, ekonomi daerah bergerak. Dengan demikian, pembelian buah lokal meningkat," kata Anas saat melakukan panen buah naga di Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Selasa (4/2/2014).

Produktivitas buah naga asal Banyuwangi, sambung Anas, per hektar bisa mencapai 30 ton. Dengan luasan lahan tanam perkebunan buah naga di Banyuwangi yang mencapai 678,8 hektar, bisa diperoleh produksi lebih dari 20 ribu ton per tahunnya.

Besarnya produksi buah naga dianggap mampu mendongkrak pendapatan petani. Selain harga di pasaran yang lebih terkontrol, buah naga asal Banyuwangi juga telah menerima sertifikat Prima 3 yang menandakan bahwa produknya bebas pestisida.

"Peningkatan penghasilan petani buah naga sangat luar biasa. Jika harganya Rp 10.000 per kilogram, coba berapa yang dihasilkan jika satu hektar menghasilkan 30 ton," tutur Bupati.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sariagung, Bangorejo, Bambang Mulya Irawan menambahkan, jika masuki panen raya seperti saat ini, dalam setiap hari bisa mengirim sedikitnya 12 ton ke sejumlah pasar modern.

Pria yang akrab disapa Bambang ini menambahkan, saat ini produksi buah naga yang ada belum mampu penuhi permintaan pasar sepenuhnya dari luar daerah. Untuk itu, pihaknya berencana menambah luasan tanam buah naga sejumlah 100 hektar. Perluasan itu diantaranya ada di Bangorejo, Sidorejo, Purwoharjo dan beberapa lokasi lain yang potensial.

"Kita berencana lakukan perluasan lahan tanam sekitar 100 an hektar. Ya in upaya kita untuk penuhi pasar yang semakin meningkat," tandasnya.

Detik.com

loading...

0 Response to "Larang Konsumsi Buah Impor, Genjot Produksi Buah Lokal"