DIPUJI PUSAT, PROGRAM BAYI LAHIR DAPAT AKTA DI BANYUWANGI


Program bayi lahir pulang bawa akta yang digagas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendapat apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB).

Apresiasi dari Kemenpan RB itu tampak dalam acara Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Pemkab/Pemkot 2013 yang digelar di Jakarta, Rabu (29/1/2014) dan dihadiri oleh Pemkab/Pemkot dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Banyuwangi diberi kesempatan mempresentasikan program-program reformasi birokrasinya. Pemda/pemkot lain yang diberi kesempatan serupa antara lain adalah DKI Jakarta, Kota Bandung, dan Kota Surabaya.

"Alhamdulillah, ada tanggapan positif dari kementerian. Bahkan Pak Menteri PAN dan RB sampai bilang dalam sambutan agar pemda-pemda lain bisa mengikuti program Banyuwangi, terutama program Bayi Lahir Pulang Bawa Akta. Tapi itu bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah rakyat senang dan puas," kata Anas.

Menurut Anas, reformasi birokrasi memang tak semudah membalik telapak tangan. Butuh proses yang cukup lama.
"Butuh proses karena mungkin sudah sekian lama birokrasi kita ada di zona nyaman sehingga cara kerjanya lebih bersifat rutinitas alias business as usual. Sudah sejak empat tahun terakhir, di Banyuwangi kita ubah paradigma seperti itu," kata peserta program studi singkat ilmu kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat tersebut.

Program 'bayi lahir langsung pulang bawa akta' berarti setiap bayi yang lahir di Banyuwangi bisa mendapat akta kelahiran dalam hitungan jam. Agar lebih membumi, sesuai bahasa lokal, program itu dinamai 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta'.

Tempat persalinan yang melayani program ini adalah seluruh Puskesmas di Banyuwangi (45 lokasi), rumah sakit pemerintah, dan lima RS swasta. Syarat yang dibutuhkan untuk kepengurusan akta lahir yang bisa dibilang super kilat ini antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua, Kartu Keluarga (KK) dan nama calon bayi.

"Nama bayi sudah harus disiapkan karena itu akan tertulis di akta. Kalau belum ada nama bayi, ya tentu tidak bisa hari itu juga keluar aktanya," tandas Anas.

Anas mengatakan, proses pembuatan akta tidak ketika hari melahirkan. Sebelumnya ada proses yang harus dilalui, yaitu kelengkapan KTP, KK dan nama bayi. "Jika syarat itu lengkap, pas hari lahir, akta dicetak lalu langsung diantarkan oleh PT Pos Indonesia ke Puskesmas atau RS tempat melahirkan. Kami sudah kerjasama dengan PT Pos. Misalnya ada hujan deras, akta tetap diantarkan dalam hitungan jam. Semuanya gratis, " pungkas Anas.


Detik.com, Jpnn.com








loading...

0 Response to "DIPUJI PUSAT, PROGRAM BAYI LAHIR DAPAT AKTA DI BANYUWANGI"