PROSPEK POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI (POLIWANGI)


Politeknik Negeri Banyuwangi
Politeknik merupakan satu bagian dari Sistem Pendidikan Nasional khususnya pendidikan tinggi yang berusaha mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), melalui jalur pendidikan vokasi.  Program Pendidikan Politeknik merupakan jalur Pendidikan Vokasi pada tingkat Perguruan Tinggi yang membekali lulusannya dengan keterampilan yang didukung dengan pengetahuan dasar teoritis yang cukup dan sikap disiplin yang tangguh.

Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No 20/2003) pasal 1 ayat 1, menyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara”.

UU Sisdiknas diatas mengandung aspek-aspek penting yang harus di perhatikan dalam pendidikan yaitu aspek cognitive, affective dan psychomotor. Lebih jelasnya program pendidikan tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan (cognitive) tetapi juga menekankan pada pembinaan sikap dan pengembangan keterampilan peserta didik. 

Pendidikan tinggi terdiri dari dua jalur yaitu jalur akademik dan jalur kejuruan (vokasi). Jalur akademik adalah universitas, institute dan sekolah tinggi yang menawarkan stratafikasi gelar akademik dan spesialis (higher degrees and specialist) dan mencakup program pendidikan S1 (gelar sarjana), S2 (gelar Magister), Spesialis dan S3 (gelar Doktor). Sedangkan Jalur kejuruan atau vokasi, umumnya menawarkan pendidikan kejuruan (vocational education) setingkat program diploma dan belakangan ini juga dibuka program setara Magister.

Pendidikan politeknik diselenggarakan dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional pada level supervisi di industri. Pendidikan politeknik adalah pendidikan tinggi vokasi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Politeknik menawarkan program pendidikan vokasi pada berbagai jenjang pendidikan. Sebagai pengakuan dan bukti kelulusan, pendidikan politeknik memberikan ijazah dan hak untuk menggunakan gelar vokasi. Gelar vokasi terdiri atas Ahli Pratama (disingkat A.P) bagi lulusan program Diploma I, Ahli Madya (disingkat A.Md) bagi lulusan Program Diploma III, dan Sarjana Sains Terapan (disingkat S.ST) bagi lulusan Program Diploma IV yang ditempatkan di belakang nama pemilik hak atas penggunaan gelar yang bersangkutan.

Sistem penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan di politeknik adalah sistem paket, dimana setiap mahasiswa wajib mengikuti semua mata kuliah yang tercantum dalam kurikulum. Sistem paket diterjemahkan sebagai jumlah mata kuliah dengan total SKS per semester. Di samping menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki keterampilan, lulusan politeknik dididik untuk memiliki jiwa wirausaha, berbudaya, berwawasan lingkungan serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun tingkat internasional.

Dalam rangka mengisi kebutuhan dunia industri dengan tenaga kerja yang handal dan profesional, politeknik memegang peranan yang sangat penting. Politeknik sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan siap kerja (karena merupakan jalur pendidikan professional) sangat diharapkan dan bahkan dituntut untuk dapat mempersiapkan lulusan berdaya saing tinggi dan secara optimal mampu memenuhi dunia industri.
Kuliah di politeknik memiliki prospek yang cerah. Bahkan saat ini kebutuhan akan tenaga ahli di bidang teknik semakin dibutuhkan. Hal ini mengingat perkembangan dunia industri di Indonesia yang semakin lama semakin berkembang. Namun masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan yang salah mengenai politeknik. Mereka masih beranggapan jenjang diploma terutama teknik, tidak bergengsi dan tidak ada jaminan masa depan.

Perkuliahan, sistem belajar mengajar dan kurikulum politeknik pun memiliki perbedaan dengan program studi jenjang sarjana. Pelaksanaan perkuliahan, menggunakan sistem seperti yang digunakan dalam industri. Salah satunya adalah jam kuliah yang menyerupai jam kerja. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa terbiasa dengan dunia kerja. Mahasiswa yang masuk politeknik seolah-olah sudah bekerja di suatu perusahaan. Lulusan politeknik disiapkan untuk mampu bekerja yang betul-betul mengembangkan keterampilan, untuk mencapai standar yang jelas, teliti, dan relevan di bidangnya masing-masing.

Berdasarkan data tingkat keterserapan dunia usaha dan dunia industri lulusan politeknik relatif tinggi. Ini berarti terdapat relevansi yang kuat antara kurikulum yang diterapkan dengan tuntutan lapangan kerja. 

Seperti kita ketahui bersama bahwa Politeknik Negeri Banyuwangi berasal dari Politeknik Banyuwangi yang merupakan Perguruan Tinggi Kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan RI dan dilola oleh Yayasan YPPTI. Sejak diterbitkannya PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PENDIRIAN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI (dapat di Unduh Disini) yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Februari 2013 dan disampaikan oleh Mendikbud di Banyuwangi tanggal 23 Februari 2013 secara resmi Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri yang menyelenggarakan pendidikan vokasional.

Pada tahun perkuliahan 2013 – 2014 Program Studi di Poliwangi  menjadi 6 Prodi, sebagai berikut :

1. Teknik InformatikaD3 (Prodi Lama)
2. Teknik SipilD3 (Prodi Lama)
3. Teknik MesinD3 (Prodi Lama)
4. Teknik AgribisD4  (Prodi Baru)
5. Teknik Manajemen Bisnis PariwisataD4  (Prodi Baru)
6. Teknik Pengolahan Hasil TernakD4  (Prodi Baru)
Banyuwangi merupakan kabupaten yang pembangunannya berkembang sangat cepat. Seiring dengan kebutuhan pembangunan tersebut tentunya membutuhkan SDM yang dapat mendukung perkembangan tersebut. Dalam hal ini tidak dapat disangkal lagi Politeknik Negeri Banyuwangi yang menyelenggarakan pendidikannya sesuai dengan kondisi Banyuwangi, SDM yang dibutuhkan pastilah sesuai dengan kebutuhan pembangunan Banyuwangi.

Sisi lain yang akan menguntungkan Banyuwangi adalah berkembangnya perekonomian masyarakat di sekitar Politeknik Negeri Banyuwangi karena adanya kegiatan pendukung pelaksanaan pendidikan, belum lagi alokasi dana pemerintah pusat ke Politeknik Negeri Banyuwangi yang cukup besar pastilah akan juga membangkitkan perekonomian Banyuwangi secara umum.

Harus diakui bahwa dukungan Pemkab Banyuwangi sangat tinggi, baik itu pada saat pendirian Politeknik Banyuwangi maupun saat penegeriannya. Dukungan tersebut selain pada pendanaan yang sampai saat ini masih dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi juga pada penyiapan lahan. 

Namun sangat disayangkan pensertifikatan lahan yang diperuntukan bagi Politeknik Negeri Banyuwangi sekaligus penyelesaian serah terimanya sampai saat ini belum tuntas. Hal ini tentunya akan menjadi kendala dalam persyaratan pembangunan kampus. Padahal bila dilihat dari animo masyarakat untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Negeri Banyuwangi saat ini sangatlah tinggi dan berarti harus segera dibangun prasarana dan sarana pendidikan di Politeknik Negeri Banyuwangi.

Semoga permasalahan tersebut segera dapat terselesaikan dan Politeknik Negeri Banyuwangi dapat berperan secara maksimal. (SARTONO MITRAKINASIH)

www.eduartcl.com




loading...

0 Response to "PROSPEK POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI (POLIWANGI)"