SEJAK TAHUN 50-AN, PANTAI BOOM SUDAH TERKENAL


Sunrise di Pantai Boom Banyuwangi
Banyuwangi dikenal sebagai salah satu wilayah kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi wisata pantai yang eksotis. Disamping Pantai Plengkung yang sangat dikenal para peselancar dunia, ada Pantai Grajagan, Pantai Merah, Pantai Sukamade sebagai habitat penyu langka, juga ada Pantai Boom.

Pantai Boom terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Pantai ini dulunya merupakan pelabuhan yang dikenal sejak tahun 50-an. Saat ini aktifitas pelabuhan masih ada, namun tidak terlalu ramai. Pantai ini kini menjadi salah satu tujuan untuk berkumpul bagi kawula muda di Banyuwangi.

Dulu pantai ini merupakan pelabuhan penting. Kapal-kapal yang membawa berbagai angkutan (biasanya kopra) dan kapal-kapal nelayan berlabuh di sini. Hal ini dibuktikan dengan dermaga-dermaga pelabuhan, bekas gudang-gudang dan sebuah tempat pelelangan ikan yang sudah tidak dipakai. Di dermaga ini penduduk biasanya melakukan aktifitas memancing.

Di sisi selatan pantai terdapat Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Laut yang menjadi tempat peristirahatan bagi pasukan ALRI yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di sekitar Banyuwangi.

Selain itu di sepanjang garis pantai terdapat kedai-kedai yang menjual berbagai makanan ringan dan seafood. Di tempat ini juga disediakan kuda-kuda untuk dimanfaatkan pengunjung menyusuri pantai. Sebuah kantor polisi air juga berdiri di kawasan ini.

Pada tahun 2004 pada masa pemerintahan Bupati Samsul Hadi, kawasan ini digunakan sebagai tempat pembuatan kapal Umbul-Umbul Blambangan (sebuah kapal ekspedisi yang sedianya akan dipakai untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi namun tenggelam).

Ada juga Tugu Inkai di sini. Ini untuk memperingati di tahun 1982 terjadi tragedi Inkai, yaitu hilangnya para peserta latihan Karate Banyuwangi karena ditelan ombak. Sejak akhir 2012 di pantai ini diadakan event parade gandrung sewu, yakni seribu penari gandrung menari di atas pasir Pantai Boom. Even ini terus berlanjut setiap tahun.

Nama Pantai Boom beberapa waktu terakhir ini begitu menyeruak, ketika Sabtu (16/11) pekan lalu, pantai ini seakan disulap menjadi sebuah panggung pagelaran musik jazz yang megah dan diberi tajuk Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF). Nyatanya even ini mampu menyedot ribuan penggemar jazz tanah air yang datang tak hanya dari Jawa Timur, tapi dari berbagai daerah lain termasuk Jakarta dan Bali.

Hadirnya musisi jazz seperti Trio Lestari yang terdiri dari penyayi jazz Glenn Fredly, Tompi dan Sandhy Sandoro, juga tampilnya Syaharani dan kelompok musiknya Queenfireworks ESQI:EF, mampu membius mereka sekitar 2.500 orang yang hadir memadati ‘panggung’ tepi Pantai Boom. Padahal panitia BBJF mematok tiket Tiket VVIP dijual seharga Rp 1.000.000, VIP Rp 500.000, sedangkan Festival Rp 300.000.

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menyiapkan pantai menjadi venue, bukan hal mudah. Untuk mempersiapkan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Termasuk juga menggunakan penataan sound yang khusus. 'Kami mengusung sound system yang berkekuatan 90 ribu watt karena harus menyesuaikan dengan kondisi alam mulai dari tiupan angin pantai yang kencang serta kondisi angin yang berubah-rubah," ujar Anas.

Bupati berharap pergelaran BBJF mampu menggenjot sektor pariwisata Banyuwangi. “Pariwisata event menjadi alat pemasaran untuk memperluas destination life-cycle sehingga daerah tidak hanya dikenal melalui satu atau dua destinasi wisata. Selepas menikmati event, wisatawan bakal berminat untuk menjelajah ke destinasi lain seperti Kawah Ijen atau Pantai Pulau Merah di Banyuwangi,” katanya.


Sayang selama ini obyek wisata Pantai Boom belum mendapat perhatian serius dari Pemkab Banyuwangi untuk dijadikan salah satu ikon wista pantai unggulan. Hari-harinya sangat sepi, bahkan daerah sekitar pantai yang tidak terawat,banyak sampah di mana- mana.

Padahal bila dioptimalkan, Pantai Boom bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya, karena pantai ini memiliki ombak yang tidak terlalu besar dan memiliki latar belakang pulau Bali. Banyuwangi Beach Jazz Festival buktinya, mampu menyedot animo masyarakat cukup besar.


Rute menuju Pantai Boom jika dari arah Surabaya langsung menuju Kabupaten Banyuwangi melalui jalur selatan. Sampai di Masjid Agung Banyuwangi atau Alun Alun Kota, belok kanan sekitar 2 Km sudah sampai di Pantai Boom. Cukup mudah ditempuh. Bagitu juga sebaliknya bila dari Penyebrangan Ketapang,sampai Alun alun Kota Banyuwangi belok kiri. Nyampe deh.

Surabayapost.co.id

loading...

0 Response to "SEJAK TAHUN 50-AN, PANTAI BOOM SUDAH TERKENAL"