UBUR-UBUR BANYUWANGI DIEKSPOR KE TAIWAN


Ubur-Ubur, salah satu komoditas ekspor Banyuwangi
Cuaca yang cukup bersahabat, tampaknya, turut andil terhadap kerja nelayan Muncar di Banyuwangi. Itu ditunjukkan dengan hasil tangkapan mereka yang melimpah. Sejumlah jenis ikan seperti lemuru, tongkol, dan ubur-ubur menjadi primadona tangkapan nelayan Banyuwangi tersebut.

Didik, salah seorang nelayan, mengaku bahwa cuaca yang bersahabat cukup membantu para nelayan. Kondisi bersahabat telah membuat ikan tangkapan nelayan Muncar melimpah.

"Cuacanya memang panas, tapi ini masih baik. Ikan tangkapan juga banyak," ujar Didik.

Meski melimpah, harga ikan lemuru secara umum stabil. Jenis ikan tersebut diperdagangkan di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 8.500 per kg. Ikan tongkol dilepas ke pasaran dengan harga Rp 7.500 per kg.

Komoditas laut lain seperti ubur-ubur (jelly fish) juga tengah naik daun. Salah satu jenis produk ekspor unggulan Muncar tersebut kini mudah diperoleh nelayan. Ubur-ubur diperjualbelikan di kisaran Rp 20.000 per keranjang.

Didik menambahkan, ubur-ubur lebih banyak diekspor. ''Sejauh ini yang saya tahu dikirim ke Taiwan,'' kata Didik.

Jpnn.com

loading...

0 Response to "UBUR-UBUR BANYUWANGI DIEKSPOR KE TAIWAN"